Bali Perketat Social Distancing

DENPASAR, Theeast.co.id – Pemerintah Provinsi Bali akan memperketat social distancing di seluruh wilayah Bali. Saat ini seluruh unsur mulai terlibat untuk melakukan sosialisasi soal social distancing. Di tingkat kecamatan dan desa, personil Babinsa dari TNI dan personil Bhabinkamtibmas dari Polri turun langsung melakukan sosialisasi kepada masyarakat.

Di banyak desa dan kecamatan di Bali sudah ditemukan aparat TNI dan Polri berkeliling desa baik menggunakan sepeda motor maupun mobil untuk menyampaikan pengumuman himbauan kepada masyarakat melalui pengeras suara agar tetap dalam rumah. “Kami meminta masyarakat untuk tetap dalam rumah bila tidak ada hal yang penting untuk keluar rumah. Agar tidak menular atau tidak ditulari Covid19 yang saat ini sudah di Bali. Selalu cuci tangan dan menjaga kebersihan diri sendiri dan keluarga,” ujar seorang Babinsa di Jembrana, Selasa siang (24/3/2020).

Ketua Satgas Penanggulangan Covid19 Provinsi Bali Dewa Made Indra mendukung penuh apa yang dibuat oleh mitra Satgas dari TNI dan Polri yang berhadapan langsung dengan masyarakat. Hal ini sudah sesuai dengan himbauan dari pusat dan Pemerintah Provinsi Bali yang telah melarang kegiatan keramaian yang mengumpulkan orang banyak. Salah satunya pengarakan ogoh-ogoh dalam rangka perayaan hari suci Nyepi Tahun Saka 1942.

Dewa Indra meminta agar umat Hindu Bali tidak kecewa jika tahun ini tidak ada pawai ogoh-ogoh saat Nyepi. Pemerintah akan memberikan kesempatan untuk dilaksanakan festival/parade ogoh-ogoh se-Bali yang akan diselenggarakan dalam rangka Hari Jadi ke 62 Provinsi Bali bulan Agustus nanti. “Kebijakan ini harus mengikuti regulasi dari tingkat nasional dan internasional. Ini semua dalam konteks untuk kepentingan dan keselamatan masyarakat banyak,” ujarnya.

Ia mengatakan, tidak ada cara lain untuk untuk melawan Covid19 selain dengan social distancing dan menerapkan pola hidup sehat. “Bahkan WHO saat ini sudah menerapkan bukan lagi social distancing tetapi lebih ketat lagi yakni phisical distancing. Orang tidak boleh berkontak fisik secara langsung, jaga jarak secara ketat,” ujarnya.

Pemerintah Kabupaten/Kota dimohon dukungan, kerjasama dan kesatuan tindakan untuk melakukan upaya-upaya sebaik-baiknya untuk melaksanakan karantina bagi pekerja imigran Indonesia asal Bali dengan jalan melakukan edukasi di tempat karantina bahwa karantina ini adalah kebutuhan bersama. Dihimbau kepada seluruh masyarakat untuk tetap tenang, meyakini bahwa Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah (Provinsi, Kabupaten/Kota), segenap unsur TNI, Polri dan instansi-instansi lainnya sedang bekerjasama, sedang bergotong royong melakukan upaya-upaya pencegahan penyebaran virus Covid-19.

Masyarakat Bali diminta untuk tetap waspada mengingat sudah ada WNI yang terinfeksi di Bali. Untuk itu kegiatan-kegiatan yang melibatkan orang banyak harus segera dikurangi dan mohon pengertian bersama. “Mari percaya kepada ajakan dan anjuran pemerintah untuk saling menjaga jarak satu sama lain agar tidak ada penyebaran terhadap orang-orang di sekitar. Upaya ini butuh kesadaran, kepercayaan kita bersama karena ancaman ini sudah ada di depan mata kita. Jangan lagi ada orang yang tidak percaya bahwa Covid-19 ini tidak ada di Bali. “Pastikan diri kita, keluarga dan sahabat, tidak melakukan banyak aktivitas di luar rumah yang melibatkan banyak orang, dengan jarak yang dekat,” ujarnya.(axelle dae).

Facebook Comments