Rapid Test di Bali Diprioritaskan bagi ODP dan PMI yang Dikarantina

Denpasar, Theeast.co.id – Pemerintah Provinsi Bali memutuskan untuk menggunakan Rapid Test yang baru diterima dua hari lalu. Ketua Satgas Penanggulangan Covid19 Provinsi Bali Dewa Made Indra mengatakan, alat Rapid Test yang ada di Bali akan digunakan dengan skala prioritas tertentu. “Jumlah yang kita pesan memang banyak. Namun baru dikirim sebanyak 1000. Bali akan mengoptimalkan jumlah Rapid Test yang ada namun dengan skala prioritas tertentu,” ujarnya di Denpasar, Kamis (26/3). Saat ini Pemprov Bali sudah pesan sendiri alat tersebut dan belum ada jawaban dan belum ada informasi yang pasti kapan alat itu akan datang.

Ada pun prioritas adalah pekerja migran Indonesia (PMI) asal Bali yang sedang dikarantina. PMI ini diprioritaskan karena mereka berasal dari negara terpapar. Saat kembali ke Bali, kondisi mereka memang kelihatan sehat dan segar. Namun kita tidak mengetahui secara kasat mata apakah mereka positif atau tidak. Untuk mengetahui apakah para PMI yang dikarantina positif atau negatif, maka mereka harus lebih cepat ditest dengan menggunakan Rapid Test. Para PMI ini dianggap rentan karena mereka berasal dari negara terpapar dan akan bertemu keluarga dan akan tinggal di tengah masyarakat. Prioritas kedua adalah para tenaga medis yang rentan terhadap virus karena mereka setiap hari berhadapan dengan pasien yang sudah positif atau pasien suspect yang diisolasi. Para tenaga medis ini berada di garda terdepan dalam menangani pasien. Kemudian prioritas ketiga adalah para ODP. Namun perlu diperhatikan adalah untuk para ODP hanya diperuntukan bagi ODP yang sudah menunjukkan gejala klinis Covid19 seperti batuk, demam berkepanjangan. Namun bagi para ODP yang tidak menunjukan gejala klinis Covid19 tidak perlu melakukan test. “Sementara ini jumlahnya terbatas, jadi harus benar-benar diprioritas bagi mereka yang membutuhkannya,” ujarnya.

Selain 1000 alat Rapid Test, Bali juga sudah mendistribusikan 4000 APD ke seluruh rumah sakit rujukan di Bali yakni sebanyak 11 RS. APD itu sangat penting untuk digunakan para medis saat melakukan penanganan para penderita yang sedang diisolasi. Jumlah tiap rumah sakit tentu saja berbeda karena harus disesuaikan dengan kapasitas dan jumlah tenaga medis. Semakin banyak daya tampung pasien Covid19 maka jumlah APD juga akan semakin banyak.(Axele Dhae)

Facebook Comments