TEL AVIV – Angkatan Udara Israel mengklaim telah menurunkan jet tempur siluman buatan Amerika Serikat ( AS) F-35 dalam operasi militer sungguhan. Komandan AU Israel, Mayor Jenderal Amikam Norkin, menyampaikannya di hadapan 20 pejabat militer negara lain Selasa (22/5/2018).
Dilansir dari kantor berita Haaretz, Norkin menunjukkan sebuah gambar yang memperlihatkan F-35 di Beirut, Lebanon, dan menyatakan pesawat itu sudah melakukan serangan di dua tempat berbeda.
“Skuadron F-35 telah berfungsi secara penuh. Kami telah menerbangkannya di seluruh kawasan Timur Tengah,” kata Norkin.
Norkin melanjutkan, Israel memesan 50 unit jet tempur multiperan bermesin tunggal itu, dan sudah menerima sembilan di antaranya. Untuk mendapatkan 50 unit tersebut, Israel harus menggelontorkan 7,2 miliar dolar AS, atau sekitar Rp 101,7 triliun.
“F-35 bukanlah mainan. Pesawat ini adalah pengubah keadaan Nantinya, kami berencana menambah pembelian kami menjadi 75 unit,” kata Norkin.
Pesawat buatan pabrikan senjata Lockheed Martin itu disebut sebagai program termahal yang pernah dibuat oleh Negeri “Paman Sam”. Sebab, hingga masa program berakhir pada 2070 mendatang, AS total harus mengeluarkan dana sebesar 1.508 triliun dolar AS.
Pesawat dengan kecepatan maksimal hingga 1,6 Mach, setara dengan 1.960 km per jam tersebut menuai kritikan baik dari AS maupun sekutunya. Sebab, harga pesawat tersebut dianggap terlalu mahal, yakni mencapai 100 juta dolar, atau sekitar Rp 1,4 triliun, per unit.
Sebuah blog militer terkemuka pada 2015 mengulas kelemahan F-35. Dikatakan bahwa jet tersebut tidak mampu melakukan manuver. F-35 tidak bisa mengalahkan F-16 Fighting Falcon dalam pertempuran jarak dekat. Pesawat itu juga mempunyai masalah soal keterbatasan pandangan pilot.

Analisis menyatakan, karena pengembang terlalu memperhatikan sistem siluman, sehingga efektivitas F-35 dalam pertempuran udara menjadi tereduksi. (*)

(sumber : Kompas Internasional)




