Kopda Parnianto Anggota Koramil 0810/04 Berbek Pertahankan Warisan Budaya Leluhur

Kopda Parnianto Anggota Koramil 0810/04 Berbek Pertahankan Warisan Budaya Leluhur/theeast.co.id
Kopda Parnianto Anggota Koramil 0810/04 Berbek Pertahankan Warisan Budaya Leluhur/theeast.co.id

Nganjuk, Theeast.co.id – kopda Parnianto pria kelahiran 1984 tepat nya di desa Jatirejo kab nganjuk 15 th sudah mengabdikan dirinya menjadi anggota TNI AD sekarang berdinas di kodim 0810/Nganjuk Koramil 0810/04 Berbek status dari kopda Parnianto adalah keluarga anak-3.

Kopda Parnianto yang dalam keseharian nya di sapa ki dalang oleh rekan-rekan nya di Koramil 0810/04 Berbek mempunyai hobi sangat istimewa jarang di miliki rekan sesama anggota Koramil 0810/04 Berbek maupun masyarakat sipil pada umumnya yaitu hobi pembuatan wayang kulit.

Ketrampilan yang di miliki kopda Parnianto berawal sejak akan memasuki usia sekolah dasar sering di ajak oleh almarhum orang tuanya bersilaturahmi ke kediaman dalang kondang yang ada di desa Gandu kab nganjuk almarhum Ki Joko Suwani selain seorang dalang beliau juga pengrajin pembuatan wayang,terbaik pada masanya.

Kopda Parnianto saat di temui pada hari Selasa (11-06-2019) mengatakan sejak di bangku kelas III sekolah dasar sudah berani membuat wayang dan itu pun tanpa belajar secara khusus, melainkan hanya sering melihat almarhum Ki Joko Suwani dalam menyelesaikan pembuatan wayang sedangkan untuk mengenal bahan yang baik barulah kopda Parnianto bertanya kepada almarhum Ki Joko Suwani untuk proses mengenal atau mencari bahan baku yang terbaik untuk wayang tidak perlu mempunyai keahlian khusus karena sangat mudah untuk di pelajari.ungkap nya

dalam pembuatan wayang itu sendiri tiap karakter tingkat kesulitan nya tidak sama yang mudah kopda Parnianto membutuhkan 2 Minggu dalam pengerjaan nya, sedangkan untuk karakter yang rumit seperti Gatot kaca kopda Parnianto membutuhkan waktu 1 bulan bahkan lebih di karenakan terlalu banyak pemilihan ornamen- ornamen warna dan dalam proses pengerjaan itu sendiri di sela-sela waktu luang dari kopda Parnianto sehingga tidak sampai mengganggu pekerjaan pokok sebagai seorang anggota Koramil.

Kopda Parnianto tidak memproduksi secara terus menerus melainkan hanya melayani pemesanan dari para dalang dan masyarakat atau kerabat yang memesan untuk hiasan dinding saja, untuk harga satu buah karakter wayang itu tidak sama tergantung tingkat kesulitan dari karakter wayang tersebut untuk sosok karakter Gatot kaca yang sudah tidak asing di berbagai kalangan kisaran harga 1 s/d 2 jt sedang kan untuk karakter yang tingkat kesulitannya biasa saja kisaran harga 600 s/d 800 ribu dan semua itu tergantung penggunaan bahan baku dari wayang itu sendiri, sampai sekarang sudah hampir 24 karakter wayang hasil kreasi kopda Parnianto yang tersebar di wilayah Nganjuk, Blitar bahkan Jawa tengah.

Secara tidak langsung kopda Parnianto selain ikut andil dalam melestarikan budaya leluhur juga dapat menambah pundi-pundi ekonomi untuk rumah tangganya.

Semoga apa yang di lakukan kopda Parnianto dalam menggeluti pengrajin wayang bisa membawa pesan positif kepada masyarakat khususnya kaum milanial untuk lebih mencintai budaya bangsa sendiri. (Red)

Facebook Comments