Kades Markus Taus Bertekad Hentikan Raskin Di Masyarakat Fatuketi

Atambua, Theeast.co.id – Kepala Desa Fatuketi, Kecamatan Kakuluk Mesak, Kabupaten Belu wilayah Perbatasan Negara RI-RDTL merencanakan akan memberhentikan pembagian beras miskin (raskin) di masyarakat desa-nya.

Hal ini ditegaskan Kepala Desa Fatuketi, Markus Taus saat ditemui awak media ini, Sabtu siang (13/07/2019).

Bukan tanpa alasan, Kades Markus menegaskan soal perencanaan memberhentikan pembagian raskin di masyarakat Fatuketi.

Padahal seperti diketahui bahwa raskin adalah sebuah program bantuan pangan bersyarat diselenggarakan oleh Pemerintah Indonesia berupa penjualan beras di bawah harga pasar kepada penerima tertentu.

Menurutnya pemberhentian ini akan dilakukan apabila air baku dan air sawah yang dialirkan dari Bendungan Rotiklot sudah benar-benar difungsikan.

“Kalau jaringan airnya sudah aktif jelas kami tidak akan mengalami kekurangan air seperti yang dialami sejak dahulu. Dan saya rencana raskin akan kami tolak,” pungkas pria yang sudah menjabat sebagai Kepala Desa Fatuketi dari tahun 2007 lalu.

Karena itu Kades Markus Taus akan menghimbau masyarakat di Desa Fatuketi untuk dapat mengelola lahan persawahan secara baik dengan akan mengambil kebijakan, memporsikan aliran Dana Desa dalam berbagai kebutuhan terkait persawahan guna meraih hasil panen maksimal bagi setiap Kepala Keluarga di Desa Fatuketi.

“Nanti kita akan porsikan sebagian besar Dana Desa untuk pengadaan berbagai kebutuhan persawahan. Semuanya itu untuk kesejahteraan masyarakat di Desa Fatuketi,” tutur Kades Markus Taus

Dirinya yakin semua masyarakat Desa Fatuketi akan giat bekerja persawahan sehingga kedepan mereka di Desa Fatuketi sudah bisa memenuhi kebutuhan beras bagi kehidupan sehari-hari.

“Kita akan dorong masyarakat Fatuketi untuk bisa mandiri dalam pengadaan beras. Caranya ya giat kerja persawahan karena kita sudah tidak kurang air lagi,” imbuh Markus Taus.

Untuk diketahui, disamping Desa Fatuketi hanya terdapat 4 Desa lain di Kabupaten Belu yang akan mendapatkan air baku dari Bendungan Rotiklot yaitu Desa Leosama, Desa Kenebibi, Desa Dualaus dan Desa Jenilu. Selain itu, Kabupaten TTU juga akan kebagian air dari Bendungan yang diresmikan oleh Presiden Republik Indonesia Joko Widodo pada 20 Mei 2019 yang lalu. (Ronny)

Facebook Comments