Bupati Banyuwangi Larang Izin Karoke Baru Di Banyuwangi

DENPASAR, Theeast.co.id – Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas menegaskan, Pemkab Banyuwangi akan melarang dan menolak izin tempat hiburan malam dan karoke baru. Hal ini berarti tidak ada lagi peluang bagi para pebisnis hiburan malam yang berinvestasi di Banyuwangi. Untuk tempat karoke dan hiburan malam yang sudah ada akan dibatasi operasional dengan mempertimbangkan kondisi lingkungan sosial setempat. Sementara untuk izin baru sama sekali tidak diperkenankan untuk siapa pun dan dengan alasan apapun. “Larangan izin baru karoke dan tempat hiburan malam lainnya tidak ada hubungan dengan agama apa pun. Larangan ini hanya semata-mata memperhatikan segmen pasar pariwisata di Banyuwangi yang berbeda dari daerah lainnya di Indonesia. Banyuwangi itu memiliki segmen pasar yang khusus,” ujarnya di Denpasar, Rabu (7/8).

Menurutnya, segmen pasar pariwisata Banyuwangi itu khusus untuk orang yang mencari ketenangan, lebih menikmati alam, kehidupan pertanian, kuliner dan wisata prestasi. “Yang setengah kaya biasanya suka keramaian dan keributan. Kalau orang kaya biasanya suka ketenangan, kesepian. Ini trend permintaan selama ini. Jadi kita mengikuti segemen pasar pariwisata. Larangan izin karoke baru tidak ada hubungannya dengan agama,” ujarnya. Saat ini banyak orang kaya suka ke Banyuwangi sampai ke desa-desa. Mereka suka melihat pertanian,  bahkan ada yang suka kalau tidak ada sinyal HP. Sementara untuk wisata prestasi juga terus meningkat. Banyak orang datang ke Banyuwangi, ingin belajar banyak hal, studi banding, mulai dari lokal hingga mancanegara. Hampir seluruh kabupaten di Indonesia datang ke Banyuwangi. “Bahkan ada kabupaten yang mendatangkan pegawainya hingga 30 orang sekaligus belajar di Banyuwangi. Dan ini hampir tiap minggu ada. Belum lagi dari banyak instansi, kampus dan sebagainya. Orang-orang seperti ini tidak suka keributan,” ujarnya.  

Saat ini Pemkab Banyuwangi terus bangun infrastruktur pariwisata. Modal sosial kebersamaan dan toleransi terus ditingkatkan. Akses menuju ke Bali barat terus dikembangkan bersama dengan ASDP di Pelabuhan Ketapang dan akan ada kapal cepat. MICE didorong, dan melarang izin hotel melati. Pemerintah Banyuwangi hanya mengizin pembangunan hotel bintang 3 ke atas. Tujuannya, home stay bertumbuh. “Jadi larangan karoke dan hotel melati itu agar ekonomi rakyat berkembang. Kuliner rakyat berjalan, berkembang pesat,” ujarnya. (Axelle Dae)

Facebook Comments