Bupati Minta 5 Ribuan Warga Banyuwangi Bali Masuk Daftar Wisata Sungkem

DENPASAR, Theeast.co.id – Bupati Banyuwangi Abdulah Azwar Anas saat ditemui di sela-sela Kongres PDIP di Bali, Jumat (9/8) mengatakan, saat ini sudah ada penerbangan baru dari Maskapai Citilink yang melayani rute Denpasar-Banyuwangi pergi pulang. Untuk meramaikan penumpang dari Denpasar ke Banyuwangi, bupati 2 periode ini meminta agar lebih dari 5 ribu warga Banyuwangi yang ada di seluruh Pulau Bali agar memanfaatkan penerbangan murah tersebut setiap hari. Tujuannya agar maskapainya untung, pariwisata Banyuwangi maju, ekonomi Banyuwangi maju, rakyat sejahtera. Penerbangan perdana sudah dilakukan tadi pagi, Jumat (9/8) pukula 10.15 Wita. Dan dalam kurun waktu 30 sampai 40 menit sudah tiba di Banyuwangi.

Menurut Anas, sekitar lebih dari 5 ribu warga Banyuwangi di Pulau Dewata akan dimasukan dalam daftar wisata sungkem. “Saya minta warga Banyuwangi yang ada di Bali dikoordinasikan baik-baik agar secara bergilir, minimal setiap hari ada 10 sampai 15 orang datang ke Banyuwangi dengan menggunakan Citilink. Tujuannya apa, mereka harus sungkemann kepada ibunya, ayahnya, opanya, omanya. Kalau pun yang sudah meninggal, datangi kuburnya, nyekar, biar banyak berkah di Bali. Jadi saya akan masukan kelompok ini sebagai kelompok wisata sungkeman atau nyekar ke kubur nenek moyang,” ujarnya. Permintaan bupati inovatif ini tidak sekedar wacana belaka. Ia langsung berbicara kepada koordinator paguyuban Ikatan Keluarga Banyuwangi (Ikawangi) Bali. Jadi kalau dihitung-hitung, bila satu hari saja da yang pergi ke Banyuwangi 10 orang saja, maka dalam satu bulan tidak sampai 500 orang. Sementara jumlah anggota Ikawangi di Bali lebih dari 5 ribu orang. Jadi dalam setahun minimal mereka akan satu kali giliran kalau hanya untuk sungkeman. “Yang penting setiap hari minimal ada 10 penumpang dari Ikawangi ke Banyuwangi. Tiketnya murah, hanya Rp 300 ribu lebih. Jadi kalau pergi dan pulang tidak sampai Rp 800 ribu. Masa sebula sekali tidak bisa,” ujarnya.

Permintaan Bupati Banyuwangi tersebut langsung ditanggapi oleh Sekjen Ikatan Keluarga Banyuwangi (Ikawangi) di Pulau Bali, Istiyono. Menurut Istiyono, dalam penerbangan perdana Citilink ke Banyuwangi hari ini, sudah ada lebih dari 10 orang anggota Ikawangi Bali yang menggunakannya. “Ya, kami menerima permintaan Bapa Bupati Banyuwangi. Sudah pasti banyak warga atau anggota Ikawangi Bali yang menggunakan rute penerbangan yang cukup murah tersebut. Hari saja ada sekita 10 orang yang ikut. Kami yakin jumlah ini akan banyak untuk ke depannya, karena tiketnya murah,” ujarnya. Rute baru tersebut akan semakin memudahkan publik untuk menuju Banyuwangi. “Sektor bisnis Bali dan Banyuwangi juga punya relasi kuat, sehingga rute ini akan menguntungkan kedua belah pihak,” kata Istiyono.

Distrik Sales Manager Citillink Denpasar Cahyo Katon mengatakan, penerbangan perdana Citilink rute Denpasar-Banyuwangi sudah diakukan. Dalam penerbangan perdana tersebut, seat yang terisi hampir 70 persen. Jumlah ini cukup signifikan karena baru terbang perdana. “Kami yakin jika pertumbuhan penumpang akan terus merangkak naik seiring dengan pertumbuhan pariwisata, pertanian, dan wisata edukasi di Banyuwangi yang kian menggeliat. Tiketnya sangat murah. Kalau dihitung total pergi-pulang hanya mencapai sekitar Rp 750 ribu. Waktu keberangkatan pun tidak terlalu mepet dan mendesak. Kalau dari Denpasar kita berangkat jam 10.15 Wita, sementara dari Banyuwangi kita berangkat jam 80.00 WIB. Turis dari Bali nyaman, lalu orang Banyuwangi yang bisnis di Bali juga senang,” ujarnya. Jenis pesawat adalah Airbus 320 dengan total 180 seat, dengan waktu tempuh sekitar 40 menit. (Axelle Dae)

Facebook Comments