Penari Bali Akan Tampil Di World Mermaid Championship 2019 Di China

DENPASAR, Theeast.co.id – -Satu wanita energik asal Bali bernama Nyoman Sri Pradnya Devayanti (Harris) akan tampil mewakili Indonesia di ajang World Mermaid Championship 2019 di China. Bahkan, di ajang ini, Deva bukan saja merupakan wanita pertama asal Bali yang tampil di ajang bergengsi tersebut, melainkkan wanita pertama asal Indonesia yang berlaga di olah raga yang sangat menantang tersebut. Ditemui di Denpasar, Jumat (23/8), Deva menuturkan bahwa dirinya tampil di ajang bergengsi dengan biaya sendiri. Ia mengakui jika kompetisi ini langka di Indonesia. Namun di beberapa negara di dunia, kompetisi ini sudah sekian sering dilakukan. “Di Indonesia memang belum familiar. Namun mermaid sendiri sudah sangat familiar di Indonesia. Mungkin karena ada tayangan beberapa sinetron tentang mermaid. Sementara di luar negeri, mermaid sudah dilombakan. Makanya untuk kali ini karena waktu yang sangat mepet, saya belum sempat berbicara dengan pemerintah untuk mensupport olah raga yang tergolong baru ini. Yang penting saya ikuti dulu. Soal hasilnya apakah juara atau tidak itu urusan belakangan. Inddonesia tampil dulu di ajang dunia,” ujarnya. Kompetisi nantinya akan diikuti oleh lebih dari 20 negara di dunia. Dan Indonesia hanya diikuti oleh satu perwakilan.

Deva menjelaskan, dirinya adalah seorang dancer yang sudah menyukai dan menggeluti dunia seni tari dari sejak usia empat tahun. Penguasaan seni tari Deva telah berkembang dari tradisional ke modern dan sekarang Deva melebarkan sayapnya menari di bawah air sebagai seorang Mermaid. Karirnya di mulai sejak Deva bergabung dengan Orange Production 16 tahun yang lalu dan hal ini sangat membantu Deva dalam meningkatkan karirnya sebagai penari dan juga mengembangkan bakatnya yang lain yaitu sebagai sutradara, merancang sebuah konsep acara dan juga sebagai seorang perancang kostum. Deva memulai Mermaid Deva pada tahun 2017, dan tidak hanya membuat kostum mermaid saja, tetapi Mermaid Deva juga menyediakan kursus Mermaid secara profesional .

Tahun ini, Deva akan mewakili Indonesia diajang World Mermaid Championship 2019 di China, sebagai bagian dari International Industry Industry Expo (CITIE) yang diselenggarakan oleh Departemen Kebudayaan dan Pariwisata Guangdong dari 30 Agustus hingga 1 September 2019. 
Ia akan bersaing dengan peserta lain dari China, Inggris, Rusia dan lebih dari 20 negara lain dari seluruh dunia. Sebagai putri duyung yang mewakili konservasi laut di Bali, Deva juga sangat menyadari betapa 
pentingnya menjaga environment di lautan. Salah satunya adalah dengan memotivasi gerakan konservasi laut karena ia ingin meningkatkan kesadaran kepada orang lain, terutama generasi muda betapa pentingnya lautan bagi planet kita.

Dalam ajang tersebut, yang dinilai adalah kostum, tema, busana, gerakan dalam air yang diiringi musik, lamanya waktu dalam air. Deva merencanakan akan mengenakan kebaya Bali, lengkap dengan mahkotanya yang didesain sesuai dengan kostum mermaid. Tema kali ini akan diangkat tentang dewa laut sesuai dengan kearifan lokal Bali. Selain itu, Deva akan mengampanyekan Indonesia sebagai poros maritim dunia, namun sampah laut yang terus membludak dari hari ke hari. “Saat ini katanya Indonesia merupakan negara dengan produksi sampah plastik terbesar nomor dua di dunia. Saya akan mengampanyekan edukasi pembersihan sampah laut dalam tema tarian saya dengan mengenakan busana adat Bali di dalam air, bahwa Indonesia bisa mengantisipasi sampah laut selama ini dan ke depannya,” ujarnya. (Ad/Cv)

Facebook Comments