Ternyata Ini Alasannya Masih Terus Ada Terminal Bayangan Di Atambua

ATAMBUA, Theeast.co.id – Bus-bus trayek Atambua-Kefa-Soe-Kupang masih terus membuat terminal bayangan di Kota Atambua wilayah Perbatasan Negara RI-RDTL.

Terminal bayangan biasanya diisi oleh “bus tembak” yang tidak mempunyai pool selain bus dari PO Sinar Gemilang dan PO Paris Indah.

Sudah sering pegawai dari Dinas Perhubungan menegur, memberi himbauan bahkan mengusir keberadaan mereka disana karena membuat semerawut jalanan dan mengganggu arus lalu lintas di area yang terletak di Kilo Meter 3 Atambua, Kelurahan Fatukbot, Kecamatan Atambua Selatan, Kabupaten Belu.

Namun usai diusir, bus-bus itu akan kembali membuat parkiran di Jalanan Umum jalur Provinsi NTT tersebut.

Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Belu, Mikhael Baba melalui Kepala Seksi Lalu Lintas, Philipus Bouk saat dikonfirmasi awak media ini menjelaskan bahwa berdasarkan peraturan Menteri yang terbaru, terminal tipe B dikelola oleh dinas perhubungan Provinsi, Selasa (10/09/2019).

Disebutkan saat ini untuk Dinas Perhubungan Kabupaten hanya mengurus angkutan desa dan angkutan kota sesuai tupoksi terminal di tipe C. Terminal ini diantaranya Terminal Naresa, Terminal Fatubenao dan Terminal Umanen.

Kendala lain sehingga bus-bus tidak masuk ke Terminal Tipe B yang berada di Pasar Lolowa, Kelurahan Lidak, Kecamatan Atambua Selatan ini karena jarak dari jalanan umum yang hampir mencapai jarak 2 km dari jalan umum dari yang biasanya minimal berjarak 100 meter.

“Karena Tipe B makanya bus-bus itu diurus oleh Dinas Provinsi. Namun sampai saat ini bus-bus tersebut masih saja menumpuk disana,” ungkapnya.

Selain itu ada kendala lain yang membuat UPT wilayah II Dinas Perhubungan Provinsi NTT belum mengurus secara tuntas dikarenakan persoalan gedung.

Dijelaskan oleh Kepala Seksi Lalu Lintas Dinas Perhubungan Provinsi NTT ini, sejak Januari 2019 sudah ada surat resmi dari Gubernur NTT, Viktor B Laiskodat agar Dinas Perhubungan Belu segera meninggalkan gedung yang saat ini ditempati yang letaknya berdampingan dengan Pasar Lolowa-Atambua tersebut.

“Sudah ada surat resmi dari Gubernur NTT untuk kami tinggalkan gedung ini tetapi masih diberi kelonggaran waktu sembari menunggu gedung baru disiapkan untuk kami ditempati. Entah kapan itu kami belum bisa pastikan,” tandas Bouk.

Menurutnya apabila UPT wilayah II Dinas Perhubungan Provinsi NTT sudah menempati gedung tersebut dipastikan semua bus trayek Atambua-Kefa-Soe-Kupang akan masuk ke terminal Tipe B tersebut dan tidak membuat terminal bayangan lagi. (Ronny)

Facebook Comments