Angka Pelanggaran Dan Laka Lantas Di Polres Belu Pada Operasi Patuh Turangga 2019 Alami Penurunan

ATAMBUA, Theeast.co.id – Satuan Lalu Lintas Kepolisian Resort Belu berhasil menjaring ratusan pelanggar Lalu Lintas di Kabupaten Belu dan Kabupaten Malaka selama Operasi Patuh Turangga 2019 yang telah digelar sejak tanggal 29 Agustus sampai dengan 11 Sepember 2019.

Operasi yang digelar secara serentak di seluruh Indonesia ini memiliki 7 target prioritas yaitu pengemudi melawan arus, pengemudi menggunakan handphone, pengemudi berboncengan lebih dari satu orang, pengemudi di bawah umur, pengemudi dan penumpang sepeda motor tidak menggunakan helm SNI, pengemudi kendaraan bermotor yang menggunakan obat terlarang/mabuk dan pengemudi berkendara melebihi batas kecepatan yang ditentukan.

Keberhasilan lain yang diraih oleh Sat Lantas Polres Belu yaitu dimana jumlah angka pelanggaran dan laka lantas Operasi Patuh mengalami penurunan antara tahun 2018 dan 2019.

Kasat Lantas Polres Belu, AKP Shabda Purusha Putra, S.H.,SIK saat dihubungi awak media ini menyampaikan bahwa selama Operasi Patuh Turangga 2019, Sat Lantas Polres Belu berhasil mencatat sebanyak 313 jenis pelanggaran lalu lintas diantaranya 284 tindakan tilang dan 29 tindakan teguran, Jumat (13/09/2019).

Sementara jumlah Laka Lantas dalam Operasi Patuh Turangga 2019 ada 4 kasus namun tidak terdapat korban jiwa dan hanya ada 1 korban luka berat dan 5 korban luka ringan.

Angka pelanggaran lalulintas dan jumlah lakalantas ini mengalami penurunan dengan tahun 2018 dimana pada tahun itu terdapat 438 jenis pelanggaran lalulintas diantaranya 404 tindakan tilang dan 34 tindakan teguran. Angka lakalantas pun mengalami penurunan yaitu pada tahun 2018 terdapat 8 kasus dengan sama-sama tidak memiliki korban jiwa namun terdapat 5 korban luka berat dan 11 korban luka ringan.

Usai terlaksananya Operasi Patuh Turangga 2019, Kasat Shabda berharap masyarakat di Kabupaten Belu dan Kabupaten Malaka harus semakin patuh terhadap berbagai peraturan lalulintas yang berlaku.

Kasat Lantas Polres Belu ini juga meminta masyarakat bisa menjadi “Polisi” untuk dirinya sendiri agar ketertiban hadir melalui kesadaran diri sendiri.

Hal ini dikarenakan menurut Putra, apabila terjadi kecelakaan maka diri kita sendiri yang akan mengalami kerugian.

“Sebagai warga negara yang baik, masyarakat harus bisa menjadi polisi untuk dirinya sendiri sehingga kesadaran untuk tertib berlalulintas ini ada dari diri kita masing-masing,” pungkas Kasat Shabda. (Ronny)

Facebook Comments