Inspektorat Belu Tegaskan Soal SK Teko Guru Hanya Bertugas Sebatas Verifikasi

ATAMBUA, Theeast.co.id – Inspektorat Daerah Kabupaten Belu menegaskan tugasnya dalam penerbitan Surat Keputusan pengangkatan 204 Guru sebagai Tenaga Kontrak Daerah Belu hanya sebatas verifikasi data.

Sementara terkait dengan penerbitan SK Teko Daerah Belu ke-204 Guru, sudah bukan urusan Inspektorat Belu karena diurus oleh dinas terkait.

Hal ini diungkapkan Inspektur Inspektorat Daerah Kabupaten Belu R. Th. Jossetiyawan Manek, S.Pt saat dikonfirmasi awak media ini melalui pesan WhatsApp, Senin (16/09/2019).

“Karena kami kerja ada kertas kerja. Soal SK bukan kami. Tugas kami verifikasi bahwa ada yang layak, ada yang tidak,” pungkas pria yang biasa disapa Iwan Manek.

Sebelumnya diberitakan media ini, Beberapa guru yang telah mengabdi lebih dari 5 tahun “menyerang” Bupati Belu Willybrodus Lay usai acara penyerahan SK Kontrak secara simbolis di Aula Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Belu, Senin pagi (16/09/2019).

Beberapa orang guru dari sekolah berbeda tersebut bahkan ada yang sudah mengabdi sampai belasan tahun sebagai tenaga pendidik di wilayah Perbatasan Negara RI-RDTL tidak diakomodir oleh pihak Inspektorat Belu yang melakukan verifikasi data.

Pantauan awak media ini, saat hendak keluar dari Aula tepatnya depan pintu masuk, beberapa orang guru langsung menghadang Bupati Belu Willybrodus Lay untuk menyampaikan bahwa mereka sudah lama mengabdi tetapi tidak diakomodir sebagai Tenaga Kontrak Daerah Kabupaten Belu.

Pengaduan ini langsung disambut baik oleh Bupati Willy dengan mengajak beberapa orang guru tersebut kedalam Aula dan bertemu dengan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Belu untuk diklarifikasi secara baik.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Belu, Marsianus Loe Mau pun kemudian mengajak beberapa orang guru tersebut ke ruangannya untuk mendengarkan keluhan mereka.

Namun sayangnya, Kadis Marsi Loe sempat mengelak dan mengatakan kalau yang diakomodir itu salah satu syaratnya sudah berkualifikasi S1.

Tak puas dengan klarifikasi tersebut, beberapa orang guru tersebut bersama belasan guru lainnya langsung menuju ke DPRD Belu untuk mengadukan persoalan ini.

Seorang guru dari SDN Halimea, Kecamatan Kakuluk Mesak, Elvigardis Funan dihadapan awak media ini mengaku sangat kecewa dengan keputusan yang dilakukan pihak seleksi dari Inspektorat Belu dikarenakan dirinya sudah mengabdi sejak tahun 2006 namun namanya tidak diakomodir dan lebih memilih guru yang tahun pengabdian dibawahnya sebagai tenaga pendidik.

“Saya siap buat pengaduan, semua bukti persyaratan dari Inspektorat sudah saya serahkan dengan lengkap seperti SK Komite dari tahun 2006 sampai Sekarang, SK Pembagian Tugas dari tahun pertama sampai sekarang, Daftar Hadir 2 tahun terakhir dan Surat Pertanggungjawaban Honor pertama-sekarang,” pungkasnya.

Salah seorang guru lain, Marsel Toni yang juga sudah mengajar 14 tahun sebagai tenaga pendidik juga tidak diakomodir dalam 204 Teko Guru di Kabupaten Belu.

Dirinya juga sangat merasa tidak puas atas Keputusan yang dilakukan oleh pihak Inspektorat Belu. Bahkan Marsel Toni juga berani membuktikan semua berdasarkan persyaratan yang diberikan Inspektorat Belu.

“Disini saya hanya minta keadilan. Masa teman saya yang lama mengabdi sama ada nama tapi saya tidak ada nama. Saya mau Minta Keadilan,” tandasnya.

Sementara itu, Bupati Belu Willybrodus Lay menegaskan bahwa sebanyak 200 guru SD maupun SMP dan 4 tenaga administrasi di Kabupaten Belu wilayah Perbatasan Negara RI-RDTL yang akan menjadi Tenaga Kontrak Daerah diputuskan dengan persyaratan utama adalah lama pengabdian sebagai guru tanpa melalui tes apapun.

Hal ini disampaikan Bupati Belu Willybrodus Lay dalam jumpa pers di ruang kerjanya didampingi Wakil Bupati Belu J.T. Ose Luan, Inspektur Inspektorat Kabupaten Belu Iwan Manek, Kepala Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan Kabupaten Belu Anton Suri dan Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Publik pada Sekretariat Kabupaten (Setkab) Belu Hironimus Mau Luma, Senin (19/08/2019).

“Kita utamakan guru yang sudah lama mengabdi. Kita akan urutkan kebawah dari lama tahun mengabdi menjadi guru sampai batas pemenuhan kuota 204 orang,” tegas Bupati Willy.

Dijelaskan para guru yang lebih lama mengabdi harus diangkat terlebih dahulu dikarenakan mereka sudah berkarya banyak buat anak-anak generasi penerus bangsa Indonesia dari Daerah Belu wilayah Perbatasan Negara RI-RDTL.

“Mereka adalah keluarga kita, saudara-saudara kita. Mereka sudah lama mengabdi. Bahkan, ada yang sudah mengabdi bertahun-tahun, sampai belasan tahun. Kita tidak bisa tutup mata terhadap mereka. Kita harus bekerja dengan prinsip Keadilan,” tandas Bupati Willy.

Disebutkan bahwa sebelumnya sudah ada data usulan guru menjadi tenaga kontrak daerah Belu hanya saja dinilai tidak adil karena lebih fokus pada usulan pengangkatan guru bidang studi.

“Tidak perlu bidang studi prioritas atau apa. Tapi yang harus diangkat itu mestinya mereka yang sudah lama mengabdi menjadi guru. Ini yang perlu diperhatikan karena menyangkut nasib orang,” tutur Bupati Lay.

Sikap penolakan Bupati Willy didasarkan pada pengalaman yang ditemui saat kunjungan kerja di sebuah sekolah di Desa Fohoeka Kecamatan Nanaet Dubesi.

“Saat itu, ada yang tanya saya. Pak bupati, ada sekolah orang dalam ko? Ternyata pernyataan itu disampaikan karena ada seorang guru yang belum diangkat padahal sudah 13 tahun mengabdi,” kenang Bupati Willy.

Atas pengalaman tersebut, Bupati Willy memerintahkan dinas terkait untuk menyiapkan data usulan guru menjadi Tenaga Kontrak Daerah yang baik dan menyuruh Inspektorat untuk melakukan verifikasi data secara valid.

Sehingga diterangkan Bupati Willy, bahwa sejak awal yang menjadi pertimbangan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Belu merekrut guru-guru komite itu adalah para guru yang sudah mengabdi di atas lima tahun, bukan sesuai disiplin ilmu atau apapun.

“Mari kita bangun Kabupaten Belu pakai hati, jangan pakai otak dan emosi. Apa yang sudah disepakati bersama, mari kita ikut itu. Kita lakukan semuanya secara jujur, akuntebel dan transparan. Jangan sepakat lain buat lain,” pungkasnya.

Dirinya pun berjanji usai menerbitkan SK Tenaga Kontrak Daerah Belu kepada 204 Guru, upah dari para guru tersebut akan dibayar utuh selama setahun dari Januari hingga Desember 2019. (Ronny)

Facebook Comments