Menjelajahi Desain Interior yang Ramah Lingkungan 4.0

KUTA, Theeast.co.id – Kreasi Sarana (HPL Wilsonart & Arborite), yang merupakan salah satu unit bisnis dari VIVERE Group mengadakan acara Interior Designers Gathering yang merupakan salah satu rangkaian acara Seminyak Design Week 2019 di Bali. Acara yang diadakan pada 24 Oktober 2019 dan bertempat di VIVERE Gallery Seminyak Bali ini mengundang Lea Aziz, yang merupakan President of APSDA (AsiaPacific Space Designers Association) sebagai Pembicara dan berkolaborasi dengan HDII (Himpunan Desainer Interior Indonesia) regional Bali, dengan Novie Adriani sebagai moderator.

Acara ini turut dihadiri oleh Eno Rustandy selaku Direktur PT. Laminatech Kreasi Sarana, lalu Jacob Sura, selaku Founder dari Seminyak Design Week dan Agung Haryawan, Ketua HDII Bali. Acara dihadiri oleh sekitar kurang lebih 100 orang peserta yang merupakan desainer interior profesional, arsitek, kontraktor, produsen furniture, dan beberapa mahasiswa desain interior.

Acara Interior Designers Gathering ini terdiri dari beberapa segmen yakni Design Talk, Sharing Session, dan makan malam bersama. Topik diskusi yang diangkat dalam Design Talk ini adalah Eco-Friendly Interior Design 4.0, bagaimana peran desainer interior dalam proses kreasi dan berpikirnya menciptakan desain yang ramah lingkungan dan juga memanfaatkan teknologi. Apakah dengan mendesain interior ruangan dengan memperhatikan alur ventilasi udara yang baik sehingga meminimalisir penggunaan air conditioner, atau dengan menambahkan tanaman hijau dalam desain interior yang diciptakan, atau dengan pemilihan material yang ramah lingkungan, ataukah dengan cara lainnya. Hal ini juga sesuai dengan komitmen VIVERE Group dalam menghadirkan produk yang selain berkualitas, juga ramah lingkungan. Khususnya produk HPL Wilsonart & Arborite yang telah memiliki sertifikat resmi Green Label Singapore dan Green Guard.

Seperti yang kita ketahui, perhatian masyarakat bumi terhadap kerusakan lingkungan saat ini sedang tinggi. Desain yang ramah lingkungan dan berteknologi modern selama ini identik dengan desain produk. Lalu, bagaimana peran desainer interior dalam menciptakan desain yang ramah lingkungan? Ibu Lea Aziz menjelaskan bagaimana seharusnya desainer interior Indonesia mampu memaksimalkan kemampuannya untuk bisa turut berkontribusi positif bagi lingkungan. Agar para desainer interior tidak hanya menciptakan desain yang hanya estetis dan ergonomis saja, melainkan juga berdampak positif bagi lingkungan sekitarnya. Acara ditutup dengan makan malam dan berfoto bersama.(red)

Facebook Comments