Koster Minta Investor dan Kontraktor yang Ikut Tender Wajib Menabung di BPD Bali

Denpasar, Theeast.co.id – Gubernur Bali I Wayan Koster secara tegas mengatakan, tantangan Bali ke depan adalah penguasaan ekonomi berskala besar saat ini hanya segelintir saja yang dikuasai oleh orang asli Bali. Sementara investor berskala besar terbanyak dikuasai oleh orang dari luar Bali dan bahkan orang asing. “Tantangan ini sudah lama sekali terjadi. Namun tidak ada orang yang berani berbicara. Sementara tantangan ini sudah ada di depan mata. Hanya saja banyak orang yang tidak tahu atau tidak sadar, bahwa ekonomi Bali sesungguhnya dikuasai oleh orang luar,” ujarnya di Denpasar, Rabu (30/10).

Menurut Koster, sampai saat ini masih ada sekitar 40 persen ekonomi Bali dari sektor pertanian. Dan sektor ini dikuasai oleh orang asli Bali golongan menengah ke bawah. Sisanya berasal dari Industri pariwisata dan ekonomi kreatif. Sektor yang menghasilkan banyak uang ini justeru dikuasai oleh orang luar Bali. Ia menegaskan, selama ini yang ada adalah yang hanya membangun di Bali kemudian keuntungannya dibawah keluar Bali. “Selama ini lebih banyak orang membangun di Bali, bukan membangun Bali. Keuntungannya dibawah keluar,” marahnya.

Sebagai bentuk perlindungan ekonomi Bali, Koster akan melakukan pengetatan investasi. “Mulai sekarang, setiap orang yang berinvestasi di Bali maka akan dlihat dulu kapasistasnya, modalnya yang diperlukan berapa. Kalau modalnya kecil, dan ada orang Bali yang bisa, maka harus diberikan kepada orang Bali. Ada 3 level. Yakni lokal, nasional, dan internasional. Kalau bisa orang lokal, ya, gunakan orang lokal. Kalau menyangkut dengan teknologi yang tidak bisa dilakukan oleh orang lokal maka gunakan orang nasional. Bila keduanya, tidak bisa maka boleh diizinkan kepada orang asing,” ujarnya.

Bentuk perlindungan lainnya adalah agar seluruh investor di Bali harus memiliki tabungan di BPD Bali. Dari situ bisa dicek berapa uang yang akan dioperasionalkan. “Ya, semua wajib punya rekening BPD. Bukan hanya sekedar rekening saja, tetapi wajib ada isinya,” ujarnya. Selain para investor, seluruh SKPD, seluruh warga di Bali wajib menyimpan uangnya di BPD Bali. Terutama para kontraktor, wajib memilik rekening BPD sebelum ikut tender. Bahkan, sebelum ikut tender, para kontraktor wajib punya rekening BPD yang ada isinya. “Bila perlu sebelum ikut tender para pengusaha itu harus memiiki uang di BPD minimal Rp 30 miliar. Ke depannya, semua SKPD wajib punya rekenin BPD. Kampus-kampus baik negeri maupun swasta wajib menggunakan BPD. Bahkan, pihaknya semua rumah sakit di Bali baik milik pemerintah maupun swasta untuk menggunakan BPD Bali. “Kita besarkan BPD. Satu-satunya kebanggaan orang Bali itu BPD. Tidak ada orang lain yang bisa besarkan BPD kecuali orang Bali sendiri. (Axele Dhae)

Facebook Comments