Voka Aruditans UNIKA Kupang Juara 1 Lomba Festival Paduan Suara Gerejawi Indonesia – Timor Leste

ATAMBUA, Theeast.co.id – Paduan Suara Voka Aruditans dari kelompok nyanyi mahasiswa Universitas Katolik Widya Mandira (UNIKA) – Kupang berhasil meraih juara pertama dari 17 finalis dalam lomba Festival Paduan Suara Gerejawi Indonesia – Timor Leste tahun 2019 di Plaza Pelayanan Publik Atambua, Sabtu malam (23/11/2019).

Dengan kolaborasi pakaian berwarna biru tua ini, paduan suara Voka Aruditans ini berhasil menarik simpati para juri dan para penonton dalam teknik bernyanyi yang sangat baik.

Selain Voka Aruditans, secara berturut-turut yang menjuarai Festival Paduan Suara Gerejawi Indonesia – Timor Leste tahun 2019 antara lain Laudate Choir UNIMOR – Kefa, Vicenco Kefamenanu, Magnificat Choir – Atambua dan Holly Spirit Fatubenao – Atambua.

Adapun finalis lain yang berlomba dalam Festival tersebut diantaranya Kor St. Arnoldus Janssen Maliana, Coro Sao Fransisco De Asis Maliana, Coro Paroquia Sao Jose Aimutin Dili, Coral Nossa Senhora Do Carmo Catedral Dili, Coro Maria Auxiliadora Comoro Dili dan Oecuse (Keuskupan di Timor Leste); Vocalista Bella, PS Cantata Badarai, Katrot Silawan Choirs, PS Santa Maria Regina Caeli Tukuneno, St. Theresia Kefamenanu dan SMAN Pantura (Keuskupan Atambua);

Beny Molo selaku pemimpin paduan suara Voka Aruditans saat diwawancarai awak media ini mengungkapkan bahwa berhasil juara dalam festival ini merupakan satu hal yang sangat luar biasa, Rabu (27/11/2019).

Hal itu lantaran dirinya bersama 25 temannya datang mengikuti Festival Paduan Suara Gerejawi Indonesia – Timor Leste di Atambua wilayah Perbatasan Negara RI-RDTL hanya untuk mencari pengalaman dalam lomba bernyanyi sekaligus jalan-jalan ke Atambua sebagai wilayah Perbatasan Negara Indonesia.

Diungkapkan pula dengan kontribusi masing-masing, Beny bersama ke-25 teman-temannya yang sebagian besar mahasiswa semester V nekat mengikuti Festival tersebut di PLBN Mota’ain (babak penyisihan) dan Plaza Pelayanan Publik Atambua (babak Final).

“Dengan persiapan seminggu kami sangat bersyukur bisa meraih juara dalam perlombaan ini. Ini sesuatu yang luar biasa. Padahal kami hanya mau cari pengalaman dan jalan-jalan saja ke Kota Perbatasan Negara,” pungkasnya.

Sebelumnya diberitakan, sebanyak 5 grup menyanyi asal Negara Republik Demokratik Timor Leste mengikuti festival paduan suara gerejawi Indonesia – Timor Leste tahun 2019 di Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Mota’ain, Selasa pagi (19/11/2019).

Kegiatan yang digelar oleh Kementerian Pariwisata Republik Indonesia ini diikuti oleh 12 peserta dari Keuskupan yang berada di Timor Barat (Indonesia) dan 5 peserta Timor Timur (Republik Demokratik Timor Leste) diantaranya Voka Aruditans (Keuskupan Agung Kupang), Magnificat Choir, Holly Spirit, Vocalista Bella, Tirilolok, PS Cantata Badarai, SMA Bina Karya, PS Smaker Choir Atambua, Katrot Silawan Choirs, PS Santa Maria Regina Caeli, Laudate Choir UNIMOR, Marry Mediatrix Voice (Keuskupan Atambua); Kor St. Arnoldus Janssen Maliana, Coro Sao Fransisco De Asis Maliana, Coro Paroquia Sao Jose Aimutin Dili, Coral Nossa Senhora Do Carmo Catedral Dili dan Coro Maria Auxiliadora Comoro Dili (Keuskupan di Timor Leste).

Untuk diketahui yang menjadi tim juri dalam festival paduan suara gerejawi Indonesia – Timor Leste di PLBN Mota’ain yaitu Padre Emanuel Lelo Talok, CMF (Perwakilan Keuskupan Agung Dili- Timor Leste), Theodorus Kiik, SPD SD dan Romo Fransiskus Delvi Abanit Asa, Pr.

Perwakilan Asdep pemasaran I regional III Kementerian Pariwisata RI, Herbin Saragi dalam sambutannya menyampaikan bahwa acara ini bersifat rohani (Agama) yang mana Kementerian Pariwisata melihat sebagai peluang memperat persahabatan antara Negara Indonesia dan Timor Leste khususnya di Daerah Perbatasan.

Festival ini juga diharapkan bisa menjadi momentum dalam meningkatkan ekonomi masyarakat di Daerah Perbatasan RI-RDTL sekaligus mengenalkan destinasi PLBN Mota’ain kepada masyarakat Indonesia maupun Timor Leste.

“Festival ini memuji Tuhan sehingga diharapkan muncul kreativitas bernyanyi masyarakat dalam kelompok- kelompok Paduan Suara,” tuturnya.

Herbin Saragi juga menambahkan agar kedepannya semakin banyak peserta paduan suara yang akan berpartisipasi dalam festival ini.

“Semoga event ini selalu jadi sumber kebahagiaan bagi kita dan kemuliaan bagi Tuhan,” pungkas Saragi.

Selain itu Uskup Agung Dili melalui Padre Emanuel Lelo Talok, CMF sangat mengapresiasi kegiatan festival paduan suara gerejawi yang digelar oleh Pemerintah Indonesia.

“Beliau menitipkan pesan agar pertama sekali dalam Pesparawi ini kita memuji Tuhan. Karena itu kita bernyanyi baik untuk bersyukur kepada Tuhan,” tandasnya.

Perwakilan dari Keuskupan Timor Leste ini berharap agar kedepannya kegiatan tersebut dapat melibatkan semua Keuskupan perbatasan di wilayah Timor Barat (Indonesia) dan Timor Timur (Timor Leste).

“Semoga kegiatan adanya kegiatan ini kita semua bersatu dalam persaudaraan untuk membangun dan memajukan dunia dalam lantunan syukuran kepada Tuhan,” tutur Padre Emanuel.

Sementara itu Plt. Kadis Pariwisata Kabupaten Belu, Yap Prihatin dalam sambutannya sekaligus membuka acara festival paduan suara gerejawi Indonesia – Timor Leste tahun 2019 memberikan apresiasi yang besar atas kegiatan yang diinisiasi oleh Kementerian Pariwisata Republik Indonesia dengan tujuan mempererat tali persaudaraan dan diikuti dengan pembangunan ekonomi masyarakat di daerah Perbatasan Negara RI-RDTL.

Mewakili Pemerintah Daerah Kabupaten Belu, dirinya sangat berterima kasih kepada seluruh komponen dari Negara Indonesia maupun Timor Leste yang sudah membantu memperlancar kegiatan festival paduan suara gerejawi Indonesia- Timor Leste tahun 2019.

“Kepeda para peserta, selamat berlomba dengan baik. Kami juga meminta tim juri agar bisa menilai se-objektif mungkin sehingga tidak di kotak-kotakan”, imbuh Yap Prihatin. (Ronny)

Facebook Comments