Bali Optimis Capai Target 6,2 Juta Wisatawan di Tahun 2019

DENPASAR, Theeast.co.id – Dinas Pariwisata Bali merasa terbebani dengan target kunjungan wisatawan yang disampaikan pusat kepada Bali. Selama ini, target pusat yakni 7 juta orang wisatawan tahun 2019. Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bali Putu Astawa mengatakan, beban target kunjungan ke Bali memang terlalu berat. “Target itu dari pusat. Totalnya, Bali harus menyumbang 7 juta wisatawan tahun 2019,” ujarnya di Denpasar, Jumat (29/11).

Target itu dibuat berdasarkan data kunjungan tahun lalu sebesar 6,2 juta orang. Menurutnya, saat ini pencapaian target itu semakin susah karena berbagai faktor antara lain situasi ekonomi global yang belum pulih. Dan yang paling kelihatan situasi politik di Hongkong dalam sebulan terakhir yang juga berdampak pada menurunnya jumlah kunjungan ke Bali. Padahal selama ini Cina selalu menempati posisi teratas dalam kunjungan ke Bali. Saat ini sekalipun masih menempati posisi teratas tapi angkanya sudah menurun.

Menurutnya, hingga saat ini Cina terbesar berkunjung ke Bali yakni sebanyak 953.129 atau 28%. Disusul Australia sebanyak 916.152 atau 27%. Diurutan ketiga ditempati oleh India sebanyak 274.519 orang atau 8%, Inggris sebanyak 218.556 orang atau 6% dan terakhir adalah USA sebanyak 207.838 atau 6%. Sisanya tersebar di beberapa negara Eropa, Asia, Afrika. Total keseluruhan sampai dengan November 2019 adalah 71% atau 5,2 juta orang. Sementara sisanya yaitu sekitar 29 persen diharapkan bisa terpenuhi saat akhir tahun ini.

“Kami tidak bisa menargetkan yang muluk-muluk. Target kami ada di angka 6,4 juta atau 6,5 juta. Dari pengalaman sebelumnya, di musim libur akhir tahun bisa menyumbang antara 500 ribu hingga 1 juta orang. Jadi kami optimis target 6,4 juta terpenuhi,” ujarnya.

Saat ini Pemprov Bali terus menggenjot peningkatan kunjungan wisatawan ke Bali terutama dengan menggenjot pengembangan destinasi dan infrastruktur. Untuk jangka menengah, pemerintah sedang membangun short cut ke Bali utara dan ke Bali barat.

Saat ini sudah dalam proses pengerjaan secara cepat. Sementara untuk jangka pendek, pemerintah sedang menata Pura Besakih, sistem pengelolaan sampah berbasis rumah tangga, pembangunan pusat kebudayaan di Klungkung,  pembangunan desa wisata. Selain itu disampaikan bahwa akan dikembangkan wisata spiritual, Spa tourism, health tourism dan sebagainya.(axelle dae)

Facebook Comments