Putus Rantai Penyebaran Covid 19, Whawin Laura Himbau Masyarakat Melalui Sitkom “Ojo Mudik Sik Le”

95
Putus Rantai Penyebaran Covid 19, Whawin Laura Himbau Masyarakat Melalui Sitkom “Ojo Mudik Sik Le”/theeast.co.id
Putus Rantai Penyebaran Covid 19, Whawin Laura Himbau Masyarakat Melalui Sitkom “Ojo Mudik Sik Le”/theeast.co.id

SOLO, Theeast.co.id – Pemerintah telah resmi melarang mudik tahun ini guna memutus mata rantai penyebaran Corona Covid-19 ke daerah lain. Namun, pada kenyataannya masih banyak masyarakat yang tidak disiplin, dan nekat ke kampung halaman dengan berbagai cara, seperti menumpang dibagasi bus atau truk.

Melihat kondisi sosial tersebut, Whawin Laura, seorang sinden pria “cantik” tersohor dari kota Solo membuat video himbauan kepada masyarakat khususnya perantau dari kota Solo agar menahan diri untuk tidak mudik.

Dengan gayanya yang nyeleneh dan jenaka, Whawin Laura bersama seniman kota Solo menghimbau para perantau melalui sitkom jenaka “Ojo Mudik Sik Le!”.

Whawin mengatakan video himbauan ini melibatkan beberapa seniman kota Solo juga karena dirinya bersama beberapa seniman Solo tergugah dan merasa prihatin dengan kondisi saat ini dimana masyarakat masih belum memiliki kesadaran yang tinggi dalam kedisiplinan menghadapi Wabah Virus Corona. Hal tersebut dapat berakibat fatal jika para perantau pulang ke kampung halaman mereka masing – masing dan menjadi “Carrier” Covid 19.

Baca juga :  Malam Kesenian, Taruna AAL Satlat KJK 2020 Tampil di Bumi Laut Sakti Rantau Bertuah Natuna

Ide dan proses pembuatan video ini memang sudah mulai sekitar satu minggu lalu, namun baru akan di publish di channel Youtube dan IG Whawin pada hari ini 29/4/2020, ujar Whawin.

Dalam Sitkom tersebut, Whawin Laura yang memerankan sosok ibu rumah tangga mencoba memberi penjelasan kepada suaminya bahwa saat ini sedang terjadi pandemi covid 19, nanti kalau anaknya mudik malah di “solasi” (plesetan Isolasi).

Singkat cerita, anaknya yang sedang merantau nekat pulang kampung, disitulah drama percekcokan rumah tangga terjadi.

Meski banyak ‘guyonan’, namun beberapa pesan dengan apik disisipkan dalam cerita tersebut.

Sosialisasi yang dikemas dengan jenaka dan gaya bahasa yang merakyat, diharapkan dapat diterima dan dipahami oleh masyarakat luas khususnya mereka yang sedang merantau di Ibukota agar menahan diri untuk tidak mudik ditengah pandemi Covid-19.(red).

Facebook Comments