Minta Tinjau Perekrutan Pegawai, Warga Di Batas RI-RDTL Tuntut Menhan RI Jangan Ingkar Janji

27
Aksi demo masyarakat Kecamatan Kakuluk Mesak, Kabupaten Belu. FOTO - IST.

ATAMBUA, The East Indonesia – Puluhan masyarakat Kecamatan Kakuluk Mesak, Kabupaten Belu, provinsi NTT wilayah perbatasan langsung Negara RI-RDTL menggelar aksi demonstrasi ke DPRD Kabupaten Belu, Kamis (11/11/2021).

Dalam aksi demo oleh puluhan warga perbatasan yang tergabung dalam Forum Masyarakat Kecamatan Kakuluk Mesak Kabupaten Belu itu juga terdapat warga masyarakat yang merupakan pemilik lahan pembangunan Politeknik Universitas Pertahanan (Unhan) Ben Mboi di Kabupaten Belu, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

Mereka menuntut keadilan kepada Pemerintah khususnya Menteri Pertahanan Republik Indonesia agar meninjau kembali proses perekrutan tenaga kerja di Universitas Pertahanan (Unhan) RI.

Puluhan warga yang mewakili masyarakat Kakuluk Mesak tersebut menuntut Menteri Pertahanan (Menhan), Prabowo Subianto untuk tidak ingkar janji.

Pasalnya, janji Menhan Prabowo Subianto melalui staf kementerian untuk memberikan pekerjaan kepada masyarakat pemilik tanah saat memberikan hibah tanah kepada Kementerian Pertahanan untuk pembangunan Universitas Pertahanan (Unhan) di Kabupaten Belu tersebut tidak sesuai dengan kesepakatan.

Universitas Pertahanan (Unhan) Ben Mboi yang terletak di Desa Fatuketi Kecamatan Kakuluk Mesak ini ternyata tidak memberikan asas keadilan bagi masyarakat lokal karena waktu rencana pembangunan Unhan Ben Mboi, masyarakat setempat dijanjikan untuk mendapatkan dampak dari kehadiran Unhan itu sendiri yaitu salah satunya penyerapan tenaga kerja bagi masyarakat lokal.

Baca juga :  Jelang Pileg Dan pilpres , Tiga Pilar Kecamatan Manguharjo Gelar Rakor

Hal itulah yang membuat masyarakat geram dengan pihak Unhan sehingga mereka pun harus mencari keadilan dengan menyuarakan aspirasi mereka melalui lembaga Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Belu.

Pantauan The East Indonesia di lokasi, aksi tersebut digelar dengan melakukan orasi yang mana titik star dari Desa Fatuketi, Kecamatan Kakuluk Mesak menuju Kantor DPRD Belu dengan menggunakan beberapa kendaraan roda empat.

Didepan kantor DPRD Belu puluhan masyarakat ini melakukan aksi demo dengan dikawal ketat aparat keamanan dari Kepolisian Resort Belu dan Satpol-PP Kabupaten Belu.

Mereka membentang spanduk dan poster yang bertuliskan “Kami Indonesia. Kami manusia, bukan boneka. Bapak Presiden Jokowi dengarkan suara kami; Keadilan jangan dikebiri, Menteri Pertahanan jangan ingkar janji; Mulut manis Menhan masyarakat Kakuluk Mesak jadi korban; NKRI Harga Mati, kembalikan tanah leluhur kami. Stop tipu-tipu; Copot oknum-oknum yang merusak jabatan dari Lembaga Kemenhan”

Dalam aksi unjuk rasa tersebut, forum masyarakat Kakuluk Mesak, Kabupaten Belu memberikan pernyataan sikap yang ditujukan kepada Presiden Republik Indonesia, Menteri Pertahanan Republik Indonesia, Ketua DPR RI, Gubernur NTT, Bupati Belu, Wakil Bupati Belu, Ketua DPRD Belu, Dekan Unhan Advokasi, Dandim 1605/Belu, Kapolres Belu, Camat Kakuluk Mesak, Danramil 1605-02 Atapupu dan Kapolsek Kakuluk Mesak.

Baca juga :  Kampanye Sehati, Masyarakat Fatubenao Keluhkan Air Bersih, Akses Jalan dan Listrik

Berikut pernyataan sikap dari forum masyarakat Kakuluk Mesak Kabupaten Belu.

Menindak lanjuti hasil konsultasi Publik Rencana Pengadaan Tanah Bagi Pembangunan KAMPUS POLITEKNIK DOKTER BENEDIKTUS MBOI, M.P.H. di Wilayah Desa Fatuketi Kecamatan Kakuluk Mesak Kabupaten Belu Propinsi NTT, tanggal, 16 September 2020 di Aula Kantor Camat Kakuluk Mesak dan surat Pernyataan sikap yang disampaikan kepada Bapak Menteri Pertahanan Republik Indonesia, maka kami Tokoh Masyarakat, Tokoh Agama, Tokoh Umat, Tokoh Adat dan Tokoh Pemuda mewakili Masyarakat se-Kecamatan Kakuluk Mesak menyampaikan pernyataan sikap sebagai berikut :

1. Kami seluruh Element Masyarakat Kecamatan Kakuluk Mesak menyatakan dan mendesak Pihak Kementerian Pertahanan Republik Indonesia untuk meninjau ulang proses perekrutan mahasiswa, karyawan dan atau pekerja pada Universitas Pertahanan di Wilayah Kabupaten Belu, karena tidak sesuai dengan kesepakatan yang dibuat.

Baca juga :  Koster Beri Dukungan Terbuka Ke Jokowi-Amin

2. Kami seluruh Element Masyarakat Kakuluk Mesak dengan tegas meminta :
a. Menteri Pertahanan hadir di Kabupaten Belu untuk menyelesaikan polemik ini.
b. Bapak Mayor Jendral Agus Nugroho, dkk staf ahli Kementerian Pertahanan Republik Indonesia untuk mengembalikan surat kesepakatan Konsultasi Publik yang telah disepakati bersama para Tokoh Masyarakat Kecamatan Kakuluk Mesak Kabupaten Belu.

3. Kami seluruh elemen masyarakat Kakuluk Mesak dengan Tegas Meminta agar Pihak Universitas Pertahanan (UNHAN) lebih terbuka dan transparan dalam memberikan Pelayanan Pendidikan di Wilayah Kabupaten Belu, pada umumnya dan Wilayah Kecamatan Kakuluk Mesak, pada khususnya.

4.Kami Seluruh Element Masyarakat Kecamatan Kakuluk Mesak dengan tegas meminta pihak pemerintah dan DPRD Kabupaten Belu untuk segera sikapi Polemik ini 5 kali 24 jam demi menjaga martabat daerah Kabupaten Belu.

Demikian Pernyataan Sikap ini kami buat dan segera ditindak lanjuti 7 kali 24 jam. Jika tidak maka kami seluruh Masyarakat Kecamatan Kakuluk Mesak akan melakukan aksi demonstrasi besar-besaran serta memblokir Kampus Universitas Pertahanan Belu.***

Penulis – Ronny|Editor – Christ

Facebook Comments