Aplikasi Bayar Pajak Kendaraan Bermotor ‘SIGNYAL’ Disosialisasikan di Bali

21
Sosialisasi SIGNYAL di Kebun Vintage Cars Bali, Gianyar, Kamis (2/6/2022). FOTO - IST.

DENPASAR, The East Indonesia  – Pemerintah terus melakukan sosialisasi dan edukasi penggunaan Samsat Digital atau pembayaran Samsat secara online di seluruh provinsi di Indonesia termasuk di Bali. Untuk di Bali, sosialisasi dan edukasi dilakukan secara masif yakni dengan melibatkan anggota club mobil, komunitas motor, awak media dan masyarakat umum.

Sosialisasi ini dilakukan agar digitalisasi pembayaran pajak secara online dapat diketahui masyarakat secara masif. Kesadaran masyarakat untuk bayar pajak secara online bisa lebih ditingkatkan, tepat waktu, mudah dan aman. Untuk di Bali, sosialisasi dilakukan di Kebun Vintage Cars Bali, Gianyar, Kamis (2/6/2022).

Sosialisasi kali ini selain melibat club’ mobil, komunitas otomotif Bali, juga mendatang tim nasional antara lain Kasibdit STNK Korlantas Polri Kombes Pol. M. Taslim Charuddin S.I.K. Sementara dari Bali dihadiri Asisten Setda Bali I Dewa Putu Sunartha, Kepala Badan Pendapatan Daerah Bali, Made Santa.

Baca juga :  Pantau Harga Barang Jelang Nataru, Menteri Perdagangan Sambangi Pasar Badung Denpasar

Acara dikemas dalam bentuk talk show bertajuk “Digitalisasi Pembayaran Pajak Kendaraan Bermotor”. Menurut Kasubdit STNK Korlantas Polri Kombes Pol M. Taslim Charuddin, Bali merupakan salah satu provinsi dengan pertumbuhan kendaraan bermotor yang sangat cepat. Bali ini wilayahnya kecil, penduduknya hanya 4,3 juta tetapi jumlah kendaraan secara komposisi sangat tinggi. Aplikasi yang untuk pembayaran pajak online bernama SIGNAL atau Samsat Digital Nasional. Aplikasi SIGNAL adalah aplikasi penyelenggara proses layanan Pengesahan STNK Tahunan, Pembayaran Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dan Pembayaran Sumbangan Wajib Dana Kecelakaan Lalu Lintas Angkutan Jalan (SWDKLLJ) secara digital.

Aplikasi SIGNAL merupakan salah satu program unggulan Tim Pembina Samsat Nasional sebagai bukti nyata komitmen pemerintah bekerja sama dengan pihak perbankan dan pengelola modern channel payment yang sangat efektif dan memberikan manfaat bagi masyarakat lndonesia dalam melakukan kewajibannya. Samsat Digital Nasional diadakan dengan tujuan utama untuk mengedukasi masyarakat untuk memenuhi kewajibannya dalam membayar pajak kendaraan bermotor tepat waktu. Selain itu, masyarakat juga diberikan pengetahuan tentang Aplikasi SIGNAL atau Samsat Digital Nasional sebagai inovasi pelayanan publik yang disesuaikan dengan perkembangan revolusi industry 4.0.

Baca juga :  Kodim Jakarta Pusat BS Laksanakan Program ketahanan Pangan

Saat ini aplikasi SIGNAl sudah berada di 34 provinsi di Indonesia. Tahap pertama ada di 15 provinsi dan tahap kedua ada 19 provinsi. Saat ini sudah di 34 provinsi. Aplikasi ini lebih banyak digunakan di handphone. Untuk itu soal jaringan sangat menentukan. Sebab masih banyak wilayah Indonesia yang sinyalnya tidak menentu. Hingga saat ini jumlah pengguna baru mencapai puluhan ribu pengguna. Rata-rata total transaksi perhari mencapai lebih dari 600 lebih transaksi. “Bali juga tinggi dari kepemilikan kendaraan bermotor. Dari sisi kualitas, Bali tinggi karena jumlah penduduk sedikit, tetapi pengguna sudah sangat banyak karena pertumbuhan kendaraan bermotor juga tinggi,” ujarnya. Bila dibandingkan dengan DKI, maka secara kualitas Bali tetap tinggi,” ujarnya. Jumlah ini akan terus bertambah dari tahun ke tahun seiring dengan kesadaran masyarakat untuk menggunakan aplikasi SIGNAL.

Baca juga :  Wagub Cok Ace Terima Masukan Positif Dari Fam Trip Asal Jepang

Kepala Badan Pendapat Daerah Bali Made Santa mengatakan, pengguna aplikasi SIGNAL juga meningkat pesat. Tahun 2021 misalnya, ada 1200 lebih kendaraan. Tahun 2022 baru 5 bulan terakhir jumlahnya mencapai 1500 lebih. “Kami dari Bali sangat mendukung aplikasi ini. Karena memberikan banyak kemudahan, bisa diakses dimana saja dan kapan saja. Tim pembina Samsat Daerah di Bali sangat mendukung upaya sosialisasi ini agar masyarakat bisa menggunakan secara online, lebih mudah, cepat dan aman,” ujarnya. Walau terjadi peningkatan penggunaan aplikasi SIGNAL, namun Bali belum melihat adanya peningkatan pendapatan dari sektor pajak kendaraan bermotor.***

Penulis – Axelle Dhae

Facebook Comments