Puskesmas Buleleng II Tangani Persalinan Darurat di Pangkalan Ojek

22

SINGARAJA, The East Indonesia – Mengalami kontraksi saat perjalanan ke rumah sakit, Komang Windriani, (31) asal Desa Anturan terpaksa melahirkan di pangkalan ojek yang berlokasi di Jalan Raya Singaraja – Gilimanuk tepatnya di wilayah Desa Tukad Mungga. Petugas Puskesmas Buleleng II dengan sigap menangani proses pasca melahirkan yang berlangsung pada hari Kamis, (6/3) sekitar pukul 10.30 WITA itu.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Buleleng Sucipto dikonfirmasi Jumat (3/6), mengatakan usai prosedur pasca melahirkan dilakukan, ibu dan bayi dibawa dengan ambulans Buleleng Emergency Service (BES) menuju Puskesmas Buleleng II untuk menjalani penanganan dan observasi lebih lanjut.

Kronologisnya, menurut Sucipto hal itu terjadi karena kelahiran bayi lebih awal dari hari perkiraan lahir dari pemeriksaan USG yaitu pada tanggal 9 Juli 2022.

Baca juga :  Pasien Positif di Bali Terbanyak berada di Isoman

Selain itu, saat menjalani pemeriksaan beberapa jam sebelumnya di Puskesmas Buleleng II, tidak terdapat tanda-tanda akan melahirkan sehingga diperbolehkan untuk pulang.

“Tapi sebelum pulang, tetap kami berikan KIE (Komunikasi, Informasi, dan Edukasi), agar ibu hamil ini kalau ada keluhan nyeri perut atau tanda-tanda ada kelahiran lainnya agar segera ke rumah sakit rujukan yaitu RS Paramasidhi,” imbuh Sucipto.

Namun, kata Sucipto, Windriani mengalami tanda-tanda kelahiran setelah 1 jam sepulang dari puskesmas. Dengan sigap sang suami Putu Adnyana, (34) membawa istrinya menuju rumah sakit. Namun, di perjalanan Windriani mengalami kontraksi sehingga terpaksa menjalani persalinan di pangkalan ojek di Desa Tukadmungga.

Untuk ke depannya, Dinkes Buleleng akan melakukan pengawasan lebih lanjut untuk memantau perkembangan kesehatan Windriani dan bayinya.

Baca juga :  Cegah Mewabahnya DBD, Satgas TMMD Ke-104 Lakukan Penyuluhan

“Setelah pasien pulang ke rumah, akan dilakukan pengawasan oleh bidan pemegang wilayah di mana ibu itu tinggal,” pungkasnya.***

Penulis – Wismaya

Facebook Comments