Kadis Kesehatan Belu:Program Pengobatan Gratis,Tidak Rugi!Bukti Keberpihakan AT-AHS Untuk Masyarakat Belu

295
Kadis Kesehatan Belu, drg. Ansilla Mutty. FOTO - RONNY

ATAMBUA, The East Indonesia – Pemerintah Daerah Kabupaten Belu dibawah kepemimpinan Bupati Belu, dr. Agustinus Taolin, SpPD-KGEH.,FINASIM (AT) dan Wakil Bupati Belu, Dr. Drs. Aloysius Haleserens, MM (AHS) menerapkan program unggulan kerjanya yakni pengobatan gratis bagi seluruh masyarakat Kabupaten Belu hanya dengan menggunakan Kartu Tanda Penduduk elektronik (e-KTP), NIK ataupun Kartu Identitas Anak (KIA).

Salah satu program kerja ini merupakan janji kampanye dua figur yang dikenal AT-AHS saat mengalahkan paket Petahana, Willy Lay – Ose Luan.

Tidak sekedar janji manis, program kesehatan gratis ini dicanangkan hanya dalam waktu 90 hari bekerja sebagai Bupati dan Wakil Bupati Belu tepatnya pada 26 Juli 2021 lalu.

Komitmen akan program yang berpihak kepada masyarakatnya, Bupati Belu, dokter Agus Taolin dan Wakil Bupati Belu, Alo Haleserens hingga saat ini masih terus menjalankan program pengobatan gratis bagi seluruh masyarakat Kabupaten Belu hanya dengan menggunakan Kartu Tanda Penduduk elektronik (e-KTP), NIK ataupun Kartu Identitas Anak (KIA).

Baca juga :  Bersama Tim Covid-19 Satgas Raider 300 Adakan Penyemprotan Keluar Masuk Kendaraan

Dibawah kepemimpinan AT-AHS, Pemkab Belu menggelontorkan anggaran sekitar 24 Miliar Rupiah untuk menjamin program pengobatan gratis bagi masyarakatnya.

Banyak pihak menyangka dan membangun opini bahwa Pemerintah Daerah Kabupaten Belu mengalami kerugian karena menggelontorkan anggaran 24 Miliar Rupiah tersebut.

Namun hal tersebut dibantah oleh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Belu, Maria Ansilla F. Eka Mutty saat ditemui sejumlah awak media di ruang kerjanya, Selasa (02/05/2023).

“Program pengobatan gratis, kita tidak rugi. Justru ini sangat menguntungkan masyarakat kita yang tidak perlu lagi takut akan biaya pengobatan saat ingin berobat ke fasilitas kesehatan yang ada,” pungkasnya.

Dikatakan bahwa selain keuntungan secara moril dan materiil yang dialami masyarakat, pihak Pemda Belu juga tidak merasa rugi telah menggelontorkan anggaran 20-an miliar rupiah untuk program pengobatan gratis.

Baca juga :  Diperpanjang, Kabupaten Buleleng Tetap PPKM Level 3

Pasalnya Bupati Belu yang juga adalah seorang dokter ini gencar meningkatkan pelayanan kesehatan di fasilitas kesehatan yang ada di Kabupaten Belu terlebih Puskesmas dan RSUD Mgr Gabriel Manek SVD Atambua.

“Walaupun RSUD Atambua masih tipe C, Pak Bupati sangat gencar untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan di rumah sakit daerah dan Puskesmas sehingga kita bisa mendapatkan klaim yang lumayan pada pihak BPJS kesehatan,” ujar Ansilla Mutty.

Ini terbukti, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia menganugerahkan tanda penghargaan kepada Bupati Kabupaten Belu, dr. Agustinus Taolin sebagai daerah terbaik kategori komitmen pemenuhan 7 jenis dokter spesialis di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) pada tahun 2022.

Kadis kesehatan yang juga merangkap PLT Direktur RSUD Mgr Gabriel Manek SVD Atambua ini pun memaparkan bahwa dari tahun 2022 lalu hingga saat ini tagihan ke BPJS Kesehatan bisa mencapai 3 Miliar Rupiah per bulan.

Baca juga :  Salut! Tentara Indonesia Di Perbatasan RI-RDTL Beri Pelayanan Kesehatan Bagi Warga Desa Silawan

“Kita di RSUD Atambua sekarang bisa klaim sampai 3 Miliar Rupiah. Belum lagi klaim dari Puskesmas-puskesmas. Ini baru di pihak Pemerintah Daerah Kabupaten Belu. Kita belum hitung dengan pendapatan di rumah sakit swasta yang ada di Belu,” tandasnya.

Ansilla Mutty mengatakan bahwa saat ini untuk menjalankan program pengobatan gratis bagi seluruh masyarakat Belu, Pemda Belu membayar sekitar 1,7 Miliar Rupiah per bulan.

“Jadi kalau dihitung untung rugi dari aspek keuangan, Pemda Belu merasa untung. Apalagi masyarakat Belu bisa menikmati program pengobatan gratis yang dicanangkan oleh Bapak Bupati Agus Taolin dan Bapak Wakil Bupati Alo Haleserens,” tuturnya.*** (Ronny)

Facebook Comments

About Post Author