Kader Posyandu Memiliki Peran Sentral Dalam Penurunan Angka Stunting

116

PADANG, The East Indonesia – Upaya penurunan prevalensi stunting di daerah sulit terwujud jika tidak diintervensi dari tingkat dasar, butuh komitmen dan kolaborasi dari semua pihak dalam penanganannya terutama petugas posyandu.

Dari segi jangkauan layanan dan psikologis, Kader Posyandu mempunyai kelebihan yang tidak dimiliki oleh pihak lain seperti aksesibilitas layanan, penguasaan wilayah dan pemahaman karakteristik masyarakat. Maka keterlibatannya menjadi sangat sentral dalam upaya penurunan angka prevalensi stunting dan penurunan angka kematian ibu dan anak.

Selain itu, dari segi regulasi juga telah ada aturan yang mewadahi pemberdayaan Posyandu dalam program strategis pemerintah, yakni Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 19 Tahun 2011 tentang Pengintegrasian Layanan Sosial Dasar di Posyandu.

Baca juga :  Koramil 03 Kaway XVI, Tegakan Disiplin Protokol Kesehatan di Kantor Koramil

“Banyak keuntungan, jika melibatkan Kader Posyandu dalam upaya penanganan stunting di daerah. Kita hanya perlu memperkuat mereka,” ungkap Mahyeldi.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Prov. Sumbar Amasrul juga mengatakan hal yang sama dalam laporannya. Ia menyebut, tujuan dilaksanakannya kegiatan ini adalah untuk memperkuat peran Kader Posyandu dalam  sektor pelayanan sosial dasar di Masyarakat seperti penanganan stunting.

“Kita perkuat pemahaman para kader terkait penyusunan menu makanan tambahan (PMT) berbasis pangan lokal pada ibu hamil, dengan harapan angka stunting dapat ditekan,” katanya.

Bimtek ini direncanakan akan dilaksanakan selama 3 (tiga) hari, mulai dari tanggal 25 s.d 27 Mei 2023, serta diikuti oleh 200 orang peserta, yang berasal dari Kabupaten Sijunjung. Dimana dari total peserta tersebut komposisinya terdiri dari 1 (satu) orang dari perwakilan OPD yang mengelola kegiatan posyandu, 31 orang dari Pokja Posyandu dan sebanyak 168 orang Kader Posyandu murni.

Baca juga :  Antisipasi Covid-19, SMK KAL-1 Wajibkan Cuci Tangan Peserta UNBK 2020

Sedangkan untuk narasumber, berasal dari Anggota DPRD Prov. Sumbar, perwakilan dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Prov. Sumbar, perwakilan dari Dinas Kesehatan Prov. Sumbar serta Perwakilan akademisi dari Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Andalas.*** (adpsb / H )

Facebook Comments

About Post Author