Caleg DPR RI Gelar Stevano Open Road Race di Batas Negara RI-RDTL Langsung “Makan” Korban

315
Kecelakaan dalam sesi latihan resmi event Stevano Open Road Race di Kota Atambua, Kabupaten Belu. Foto : Rony

ATAMBUA, The East Indonesia – Calon legislatif anggota DPR RI dari partai PDIP atas nama Stevano Rizky Adranacus memperoleh izin dari pihak berwenang untuk menggelar event road race di Kota Atambua, Kabupaten Belu wilayah Perbatasan Negara RI-RDTL.

Event dengan nama Stevano Open Road Race ini pun mulai digelar sejak tanggal 16 November sampai 19 November 2023 mendatang.

Pada sesi latihan resmi yang digelar, Kamis siang, 16 November 2023, event road race yang dilakukan oleh putra Herman Herry politikus kawakan PDI Perjuangan yang sudah empat periode duduk di Senayan dan pernah menjabat sebagai Ketua Komisi III DPR RI tersebut langsung makan korban.

Terdata ada 6 korban kecelakaan yang terdiri dari 5 penonton dan 1 adalah pembalap asal Kota Atambua.

Latihan dan event Stevano Road Race ini berlangsung di alun-alun Simpang Lima Kota Atambua.

Kecelakaan terjadi, tepatnya di tikungan tajam SDK I St Yosef Atambua, Kecamatan Kota Atambua.

Saat itu, salah satu pembalap asal kota Atambua saat mengendarai motor RX King berwarna biru tipe super pro-nya dari arah hotel liurai melaju kencang menuju tikungan tajam samping SDK 1 Atambua.

Baca juga :  Unai Emery Jadi Pelatih Bergaji Tertinggi Keenam di Liga Inggris

Nasib naasnya, pembalap yang sudah sering mengikuti event road race ini kehilangan kendali dan motor berserta pembalapnya tersebut melaju lurus menuju kearah penonton dan menabrak lima penonton sekaligus yang sedang menyaksikan road race di tepi lintasan.

Para penonton ini berada dibalik pembatas sirkuit road race yang disiapkan panitia ini diduga kurang aman bagi penonton karena hanya ada beberapa ban mobil bekas dan material yang diisi dalam karung.

Kondisi korban nampak 2 orang kritis, 2 mengalami patah tulang, 1 korban kakinya mengalami luka serius dan pembalap sendiri mengalami benturan keras dibeberapa bagian tubuhnya.

Kecelakaan itu terlihat sangat parah dan gelaran sesi latihan resmi arena event Stevano Open Road Race harus dihentikan.

Para korban pun segera dilarikan oleh pihak medis dan panitia ke RSUD Mgr Gabriel Manek SVD Atambua.

Pihak kepolisian pun langsung melakukan penyelidikan dan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) untuk mengungkap fakta-fakta terkait insiden ini.

PLT Direktur RSUD Mgr Gabriel Manek SVD Atambua, drg. Ansilla Mutty saat dikonfirmasi awak media The East Indonesia, Kamis malam (16/11/2023) menjelaskan bahwa saat ini pihaknya sedang memberikan perawatan terbaik bagi para korban kecelakaan road race.

Baca juga :  Siswa Dikmata XL/1 Pusdiktek Kodiklatal Laksanakan Tes Samapta Akhir

“Pada kegiatan road race tadi, Rumah Sakit Umum menerima 6 korban kecelakaan. Kami berusaha menangani secara maksimal. Posisi sekarang, 2 korban menggunakan ventilator, 1 mengalami patah tulang pada tangan kiri, 1 patah tulang pada paha dan lainnya sudah kita tangani dan dirawat,” pungkasnya.

Disampaikan bahwa saat ini pihaknya sudah berkoordinasi dengan pihak Rumah Sakit Siloam Kupang untuk memberikan perawatan lebih lanjut bagi 2 pasien yang kondisi cukup serius dan sedang menggunakan ventilator.

“Saya sudah berkoordinasi dengan keluarga dari 2 korban, panitia dan Direktur Rumah Sakit Siloam untuk kita merujuk ke Kupang. Pihak panitia pun nyatakan siap membiayai demi pelayanan terbaik bagi para korban,” ujar drg. Ansilla Mutty.

Sementara itu, Ketua Panitia event Stevano Open Road Race, Charis Kenenbudi saat ditemui media ini menyampaikan keprihatinannya terhadap kecelakaan dalam sesi latihan resmi Kamis sore.

“Ini murni kecelakaan. Kita semua tidak menginginkan hal itu terjadi. Saat ini saya selaku ketua panitia masih fokus kepada para korban,” tandasnya.

Baca juga :  Piala Dunia 2018: Brasil Lenggang ke 8 Besar

Lanjutnya, “kita masih berkoordinasi dengan pihak keluarga dan Rumah Sakit untuk merujuk 2 korban yang cukup parah ke Kupang. Dan yang lainnya kita masih memantau untuk mendapatkan perawatan terbaik dari pihak medis.”

Terkait para korban, Ketua Panitia menjelaskan bahwa sebelum event ini berjalan segala urusan izin serta asuransi pembalap dan penonton sudah dibereskan.

“Salah satu syarat sebelum event ini berjalan adalah kita panitia menyiapkan asuransi bagi pembalap dan penonton. Tetapi pada posisi ini, apapun yang terbaik untuk korban kita tidak berharap asuransi. Itu urusan belakangan. Kita akan cover semua yang terbaik bagi para korban,” tutur Charis.

Sementara untuk kelanjutan kegiatan event Stevano Open Road Race, Ketua Panitia mengatakan bahwa belum bisa memikirkan dan memastikan hal tersebut.

“Untuk kelanjutannya event, belum saya pikirkan. Saya masih fokus ke penanganan korban dulu,” pinta Charis. (Ronny)

Facebook Comments

About Post Author