Nikmati ketenangan Hari Raya Nyepi di Grand Whiz Hotel Nusa Dua

128
Grand Whiz Hotel Nusa Dua. Foto : Dok - Astrid

NUSA DUA, The East Indonesia – Nyepi merupakan festival Hindu Bali yang dikenal sebagai Hari Raya Nyepi. Nyepi menandai tahun baru dalam kalender Saka Bali dan diperingati sebagai hari keheningan mutlak, meditasi, dan refleksi diri. Saat Nyepi, seluruh isi pulau terhenti, tidak ada aktivitas, lampu, atau bahkan percakapan yang diperbolehkan. Ini adalah waktu untuk introspeksi, pemurnian, dan kebangkitan kembali hubungan spiritual diri.

Grand Whiz Nusa Dua, hotel bintang empat yang terletak di kawasan wisata eksklusif Nusa Dua menyediakan Silence Package yang dirancang khusus untuk merayakan hari raya Nyepi. Wisatawan akan menginap 2 malam di kamar standar termasuk 2 kali sarapan, 1 kali makan malam dan makan siang serta akses ke fasilitas hotel seperti SPA, Kolam Renang, dan Bar untuk memastikan mereka menikmati lingkungan yang aman dan menyenangkan selama Nyepi berlangsung dan memungkinkan mereka untuk menghargai momen-momen bermakna.

Baca juga :  InterContinental Bali Resort Siap Menyambut Kembali Wisatawan dengan Standar Protokol Kesehatan IHG Clean Promise

Rangkaian kegiatan hari raya Nyepi dimulai pada tanggal 10 Maret, sehari sebelum semua aktivitas dihentikan selama 24 jam, menjadikan pulau Bali benar-benar sunyi dan tampak tidak berpenghuni pada tanggal 11 Maret 2024.

“Nyepi adalah hari untuk menciptakan dan menjaga keseimbangan alam. Berbicara dari sudut pandang filosofi, Nyepi merupakan hari introspeksi diri untuk menentukan nilai-nilai yang harus dijaga selamanya dalam kehidupan, seperti kemanusiaan, cinta kasih, kesabaran, dan kebaikan. Umat ​​​​Hindu di Bali merayakan berbagai hari raya, namun Nyepi adalah hari raya keagamaan terpenting di pulau ini, dan larangannya diterapkan dengan ketat, khususnya di desa-desa” – Ungkap Joses Sahiundaleng – General Manager Grand Whiz Hotel Nusa Dua

Baca juga :  Sambut Tahun Baru 2023 , Ini Dilakukan THE HAVEN Bali Seminyak !

Meskipun hotel mendapat kelonggaran dari peraturan ketat pada Hari Nyepi, lalu lintas tetap tidak dapat diakses oleh pejalan kaki dan kendaraan bermotor. Para penjaga desa (Pecalang) pun dipersiapkan untuk menjamin jalanan kosong, menekankan bagaimana Hari Raya Nyepi membedakan Bali dari pulau-pulau lain.**Chris

Facebook Comments

About Post Author