
ATAMBUA, The East Indonesia – Suasana Minggu malam (15/03/2026) di wilayah Kuneru, Kelurahan Manumutin, mendadak mencekam. Sebanyak 11 warga, termasuk tiga di antaranya anak-anak, dilaporkan menjadi korban gigitan seekor kucing di area depan Gereja Kuneru, Kecamatan Kota Atambua, Kabupaten Belu.
Kucing yang menyerang warga tersebut telah berhasil ditangkap. Berdasarkan hasil pemeriksaan cepat dari Laboratorium Kesehatan Hewan (Labkeswan), kucing tersebut dinyatakan positif Rabies.
Merespons cepat laporan tersebut, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Belu, drg. Maria Ansilla F. Eka Mutty, langsung memimpin tim turun ke lokasi kejadian guna memastikan penanganan darurat berjalan maksimal.
“Kami sudah berkoordinasi dengan Kepala Dinas Peternakan, Dinas Kesehatan, Camat, hingga Lurah setempat. Seluruh korban gigitan saat ini sudah dievakuasi ke Puskesmas untuk mendapatkan Vaksin Anti Rabies (VAR),” ujar drg. Ansilla saat dikonfirmasi awak media pada Minggu malam.
Ia menambahkan bahwa pihak Kelurahan masih terus melakukan penyisiran untuk memastikan tidak ada warga lain yang terlewat dari penanganan medis. Sebagai garda terdepan penanggulangan bencana, BPBD bertugas memastikan ketersediaan logistik vaksin dan mengoordinasikan langkah strategis agar status bencana non-alam ini tidak meluas.
Sebagai langkah antisipasi cepat, Tim Pokja Rabies dari Dinas Peternakan dijadwalkan akan menggelar vaksinasi massal terhadap Hewan Penular Rabies (HPR) di seluruh wilayah Kelurahan Manumutin mulai Senin pagi.
Masyarakat diimbau untuk tetap waspada dan segera melaporkan jika menemukan hewan dengan gejala mencurigakan, mengingat BPBD kini fokus pada koordinasi lintas sektor dan percepatan cakupan vaksinasi hewan hingga 100% di zona merah.(Rony)