Home Nasional Sosial Dari Lape Untuk Dunia, OMK St. Maria Dolorosa Penginanga Gelar Workshop untuk...

Dari Lape Untuk Dunia, OMK St. Maria Dolorosa Penginanga Gelar Workshop untuk Zero Emisi

5
FOTO : Puluhan anak muda yang tergabung dalam Orang Muda Katolik (OMK) Stasi St. Maria Dolorosa Penginanga, Mbay, Kabupaten Nagekeo, NTT menyatukan hati untuk berkontribusi untuk zero emisi. Puluhan anggota OMK St. Maria Dolorosa Penginanga ini menggelar workshop yang bertemakan “Dari Lape untuk Bumi, Satu Aksi Seribu Manfaat”.

MBAY, The East Indonesia – Puluhan anak muda yang tergabung dalam Orang Muda Katolik (OMK) Stasi St. Maria Dolorosa Penginanga, Mbay, Kabupaten Nagekeo, NTT menyatukan hati untuk berkontribusi untuk zero emisi. Puluhan anggota OMK St. Maria Dolorosa Penginanga ini menggelar workshop yang bertemakan “Dari Lape untuk Bumi, Satu Aksi Seribu Manfaat”.

Kegiatan yang dihadiri oleh 60 orang peserta ini merupakan kolaborasi antara OMK Stasi St. Maria Dolorosa Penginanga dan Yayasan PLAN International Indonesia (YPII) melalui Dana Hibah Festival Iklim Kaum Muda: Kolaborasi untuk Masa Depan Rendah Emisi yang didukung oleh International Climate Initiative (IKI) Small Grants dan The Federal Government of Germany.

Ketua panitia acara Maria Mistika Dhue mengatakan, OMK Penginanga berkolaborasi dengan YPII melakukan menggelar workshop untuk memberikan pemahaman kepada kaum muda dan masyarakat pada umumnya tentang bagaimana cara hidup menuju zero emisi. Kegiatan kolaborasi OMK Stasi Penginanga bersama YPII merupakan bagian dari inisiatif kepemimpinan kaum muda untuk aksi iklim responsif gender dan partisipasi di komunitas marjinal yang diselenggarakan oleh Plan Indonesia, dengan dukungan dari IKI Small Grants yang didanai oleh Kementerian Federal Jerman untuk Lingkungan Hidup, Aksi Iklim, Konservasi Alam dan Keamanan Nuklir (BMUKN) serta dijalankan oleh GIZ sebagai bagian dari Inisiatif Iklim Internasional (IKI) Pemerintah Jerman.

“Sebagai orang muda yang peduli terhadap alam dan keselamatan bumi, orang muda yang berada Stasi Penginanga yakni bahwa aksi kecil yang dibuat untuk bumi ini, dapat
membawa dampak besar di hari esok. Dan aksi tersebut dimulai dari kita sendiri. Karena pada dasarnya bumi tidak butuh sekedar retorika kata-kata, melainkan butuh aksi nyata,” jelas wanita yang biasa dipanggil Mistika.

Ketua OMK Stasi Penginanga Yustini Kartika Poto, yang sekaligus sebagai koordinator umum kegiatan kolaborasi ini mengatakan, kegiatan kolaborasi ini dibagi dalam beberapa termin yang pelaksanaannya secara bertahap di waktu yang berbeda. Termin yang dibagi itu seperti Workshop, Penghijauan di Sumber Mata Air, Bokasi, Budidaya Tanaman Sayuran Organik, Edukasi Pemilahan Sampah dan Aktivitas Ramah Lingkungan, Event Pentas bertema OMK Cinta Bumi. “Kegiatan ini menjadi agenda perdana dari serangkaian kolaborasi, yakni kegiatan workshop yang membahas tentang Konservasi Air dan Tanah serta Pengelolaan Sampah,” ujarnya. Kegiatan workshop kali ini menghadirkan narasumber dari Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Nagekeo, Oktavianus Beli Wawo, Kepala Bidang Tata Lingkungan.

Sementara Lurah Lape Agustinus Ngeda Tona menjelaskan, OMK menjadi pelopor gerakan merawat bumi. Ia menyampaikan terima kasih kepada OMK Penginanga yang telah melakukan banyak hal tentang bagaimana cara merawat bumi.

“Sekarang ini suhu bumi tidak menentu, tiba-tiba panas, tiba-tiba hujan dengan musim yang tidak pasti. Dan di Kabupaten Nagekeo sendiri begitu merasakan akibat dari suhu bumi ini, yang menyebabkan tidak sedikit petani mengalami gagal panen. Gagal panen akibat banjir atau kelebihan debit
air,” ungkapnya.

Ia meminta, melalui kegiatan kolaborasi yang dijalankan OMK Penginanga ini diharapkan mampu menjadi pelopor atau menjadi orang yang lebih dulu sadar akan pentingnya kita menjaga bumi tercinta. “Karena hal ini cukup berpengaruh terhadap kehidupan ekonomi masyarakat kita sendiri, yang mana sangat bergantung terhadap alam,” tambah Lurah Lape itu.(Arnold)