Home Wisata Event SIMH Kampanyekan Kesehatan Jiwa Melalui Lari

SIMH Kampanyekan Kesehatan Jiwa Melalui Lari

475

DENPASAR – Suryani Institue for Mental Health (SIMH) akan menggelar Run Across Bali for Mental Health, sebuah gerakan untuk menyuarakan kepedulian pada kesehatan jiwa melalui olahraga lari yang akan menempuh jarak 125 KM dari titik start Kintamani hingga garis finish Pantai Nyanyang, Uluwatu.

Prof. LK Suryani saat jumpa pers pada, Rabu (23/5) di Denpasar menjelaskan bahwa acara ini untuk mengkampanyekan tentang langkah penyelamatan terhadap masyarakat Bali yang mengalami masalah-masalah gangguan kesehatan jiwa. Menurutnya, ada banyak cara yang dilakukan untuk menyelamatkan masyarakat Bali yang mengalami masalah gangguan jiwa. Salah satunya dengan cara berlari.

Dia menjelaskan, hingga saat masyarakat Bali yang mengalami gangguan jiwa mencapai 9000 orang. Angka ini naik 3000 dari tahun sebelumnya yang hanya 7000 orang. Dari 9000 orang yang alami gangguan jiwa, ada 350 orang yang dipasung. Menurutnya, pemasungan terhadap penderita gangguan jiwa sangat tidak tepat. Apa pun dalilnya, pemasungan tidak bisa memberikan kesembuhan bagi mereka yang gangguan jiwa.

Karena itu, institut SIMH menawarkan konsep Community Peach untuk menangani orang yang mengalami masalah kejiwaan. Konsep ini akan membiarkan mereka yang gangguan jiwa untuk tetap tinggal di rumah dan perlakukan layaknya manusia normal.

“Mereka diberi obat, diberi makan, dan dididik. Mereka tetap tinggal di rumah,” ujarnya.

Senada dengan Prof LK Suryani, pemerhati penderita gangguan jiwa dari Inggris, Henny Gorton menegaskan bahwa orang yang mengalami masalah kejiwaan adalah hal yang normal. Tetapi tidak dibenarkan jika penderita dipasung apalagi sampai ia meninggal.

“Di Flores banyak orang yang mengalami masalah kejiwaan dan pasung bahkan tinggal di pondok sendirian,” ujarnya.

Karena itu, dia mengecam dengan sikap orang-orang memasung penderita masalah jiwa. Menurut dia, orang seperti itu bukan sedang dirasuki oleh roh-roh tetapi hanya masalah gangguan jiwa dan itu hal yang normal dan perlu penanganan khusus dari pemerintah.

Dia menjelaskan, di negara maju banyak orang yang mengalami masalah kejiwaan tetapi tidak dipasung. Mereka membutuhkan penanganan khusus dari pemerintah. Mereka tetap tinggal di rumah dengan keluarga.

Karena itu, SIMH mengharapkan agar di Bali juga memperlakukan orang yang mengalami masalah kejiwaan dengan konsep penanganan seperti di negara maju yakni Community Peach. (*)

Laporan: Saverinus Suryanto