Home Nasional Sosial Awal Tahun 2026, Lapas Atambua Tanam Padi 1,2 Hektare di Lahan SAE...

Awal Tahun 2026, Lapas Atambua Tanam Padi 1,2 Hektare di Lahan SAE untuk Perkuat Ketahanan Pangan

8
FOTO : WBP Lapas Atambua kembali menanam Padi di February 2026.

ATAMBUA, The East Indonesia – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Atambua kembali menunjukkan aksi nyata dalam mendukung ketahanan pangan nasional.

Memasuki fase tanam, bibit padi varietas Inpari yang telah disemaikan sejak Januari lalu kini siap dipindahkan ke lahan sawah Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) Lapas Atambua, Jumat, 20 Februari 2026.

Program ini menjadi bagian integral dari pembinaan kemandirian yang bertujuan meningkatkan kapasitas diri warga binaan, khususnya kemampuan bertani.

Kepala Sub Seksi Kegiatan Kerja (kasubsi Giatja) Lapas Atambua, Andra Triyanto Sukabir, menjelaskan bahwa penanaman padi di atas lahan seluas 1,2 hektare ini merupakan langkah konkret untuk membekali warga binaan dengan keterampilan agribisnis yang mumpuni.

“Lapas Atambua berkomitmen menjalankan pembinaan berbasis kemandirian guna mendukung ketahanan pangan nasional, selaras dengan visi misi Kabinet Merah Putih. Program ini juga merupakan sinergi dalam mewujudkan tujuan pemasyarakatan yang diimplementasikan melalui 15 Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas),” tegas Andra.

Ia menambahkan bahwa pendampingan dilakukan secara komprehensif, mulai dari penyemaian, pengolahan lahan, pemupukan, hingga perawatan intensif.

“Kami memastikan warga binaan memahami seluruh siklus pertanian agar mereka benar-benar siap saat kembali ke masyarakat nanti,” pungkasnya.

Senada dengan hal tersebut, Kepala Lapas Atambua, Bambang Hendra Setyawan, mengaku optimistis program ini akan terus berkembang melihat potensi lahan yang dimiliki.

Dengan masa tunggu sekitar empat bulan hingga panen tiba, ia berharap hasil kali ini bisa melampaui capaian sebelumnya.

“Berkaca pada hasil panen lalu yang sangat memuaskan, kami berharap kegiatan ini menjadi motivasi bagi seluruh pihak untuk semakin produktif dan terus meningkatkan kualitas hasil pertanian kita,” tutur Hendra.

Semangat ini disambut baik oleh para warga binaan yang terlibat langsung di lapangan. Hendrikus salah satu warga binaan yang ikut menanam, mengungkapkan rasa syukurnya atas kesempatan pembinaan yang ia terima.

“Pembinaan ini sangat berguna bagi saya untuk menjadi pribadi yang lebih baik. Melalui kegiatan bertani ini, saya belajar tentang kedisiplinan dan tanggung jawab. Saya merasa lebih siap secara mental dan keterampilan untuk memulai lembaran baru saat bebas nanti,” ungkapnya.

Dengan adanya program ini, Lapas Atambua membuktikan bahwa keterbatasan jeruji besi bukan penghalang bagi warga binaan untuk tetap produktif.

Keberhasilan penanaman padi ini diharapkan tidak hanya memperkuat stok pangan lokal, tetapi juga menjadi bukti nyata keberhasilan program reintegrasi sosial bagi seluruh warga binaan sebelum kembali ke tengah masyarakat. (Ronny)