DENPASAR – Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) RI melalui Satuan Kerja (Satker) Pelayanan Jalan Nasional Metropolitian Denpasar mencanangkan proyek pelebaran Jalan Imam Bonjol, Denpasar untuk mengurai tingginya tingkat kemacetan di jalur Denpasar – Kuta. Proyek ini diperkirakan memakan waktu 400 hari dan ditargetkan selesai pada 31 Desember 2018.
Menurut Kepala Satker Pelayanan Jalan Nasional Metropolitian Denpasar AA Gede Sanjaya, pelebaran ini akan dilakukan dengan memasang Box Culvert di Sungai Teba yang berada di sebelah barat jalan Imam Bonjol, sehingga ruas jalan yang saat ini lebarnya 9 meter, setelah proyek selesai akan menjadi 14 meter.
“Jadi sebelumnya lebar jalan 9 meter, setelah proyek ditarget menjadi 14 meter, nah itu akan kita buat empat jalur dua arah,” ujarnya saat bertemu media di Kantor Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Denpasar, pada Rabu (24/1).
Sanjaya mengakui selama proyek ini berjalan akan berdampak kepada masyarakat dan lingkungan sekitar seperti terhambatnya arus lalu lintas, air PDAM dan pohon perindang. Namun pihaknya telah menyiapakan solusi untuk membuat masyarakat merasa senyaman mungkin selama proyek ini berjalan dan berharap masyarakat memaklumi situasi tersebut.
Hal senada juga disampaikan oleh Kadis DLHK Kota Denpasar I Ketut Wisada yang menjelaskan pihaknya telah mencarikan solusi untuk 220 pohon perindang yang akan terdampak proyek ini.
“Untuk pohon perindang kami sudah lakukan koordinasi dan sudah ada MOU bahwa kami siap untuk melakukan reklokasi untuk pohon-pohon itu,” jelasnya.

Angaran untuk relokasi ini, lanjutnya, sampai Rp 1,6 Milyar dengan menanam pohon Ketapang Kencana dan pohon Bungur yang akan direlokasi ke daerah lain seperti jalur By Pass Ngurah Rai sampai Ida Bagus Mantra. “Ini untuk mempertahankan Denpasar sebagai kota hijau,” ujarnya.
Sementara terkait saluran air yang berdampak ke sektor pertanian yang aliran airnya bersumber dari Sungai Teba, Wisada menjelaskan hal ini juga sudah mendapat perhatian khusus agar tidak terganggu selama proyek berjalan. Dimana Untuk menjamin kelancaran pengairan subak dan daerah pertanian pihaknya telah megupayakan air tetap mengalir seperti dengan mengerjakan proyek mulai dari arah selatan sehingga pemanfaatan air bisa berjalan secara normal dan juga membuat saluran air sementara dengan pipa.


