Thursday, February 12, 2026

Top 5 This Week

Related Posts

Launching Album Pertama, D’Story Angkat Tema Cinta dan Budaya Bali

DENPASAR – Satu lagi band lokal Bali ikut meramaikan blantika musik di Pulau Dewata dengan menghadirkan lagu-lagu bertemakan cinta. D’Story hadir ditengah penggemar lagu Bali dengan meluncurkan album pertamanya yang bertajuk Rasa Sing Kal Mati (Rasa yang tak akan pernah padam-red) pada Kamis 15 Pebruari 2018.

Menutut Rama sang vokalis, dalam album Rasa Sing Kal Mati yang juga menjadi judul lagu andalan di album pertama ini merupakan rangkuman perjalanan karir band yang mulai membuat lagu Bali sejak 2014 tersebut.

“Dalam album Rasa Sing Kel Mati ini kami coba mendeskripsikan kisah kehidupan sekitar maupun pengalaman pribadi dalam sebuah nada yang sederhana dan begitupan kedepannya karya kami akan selalu berhubungan dengan pengalaman orang-orang disekitar kami,” jelas Rama di Denpasar, Senin (12/2).

Sementara itu De Angga sang gitaris yang menciptakan sebagian besar lagu menjelaskan kebanyakan lagu-lagu yang dia buat di album ini tentang rasa galau, bukan hanya dari cinta tapi juga persahabatan.

“Lagu yang saya buat di album ini banyak lahir dari perjalanan karir band kami, dan rasa sing kel mati ini lahir dengan memaknai kehidupan kita sehari hari, seperti cinta, persahabatan, sedih, gembira yang tidak akan pemah mati dalam kehidupan kita,” Angga menjelaskan.

Ekspresi cinta di album ini juga ditunjukan D’Story terhadap budaya Bali dimana selain dengan mengusung lagu berbahasa Bali, di album ini juga berisikan sebuah lagu yang bertemakan tradisi Mekotek sebagai salah satu warisan budaya Bali yang harus dilestarikan.

“Kami ingin mengisi album ini dengan sebuah lagu yang berisikan semangat anak muda di Bali dan akhirnya kami memilih tradisi Mekotek untuk dijadikan lagu. Yang unik dari lagu ini adalah aransemen musik rock yang dipadukan dengan gamelan Bleganjur,” papar Rama lagi.

Lebih jauh, Rama menjelaskan, dengan berisikan lagu bertema budaya, D’Story berharap bisa lebih memperkenalkan tradisi Mekotek ke anak muda dan seluruh masyarakat Bali. Rencananya, ide untuk mengangkat budaya Bali dalam sebuah lagu ini akan terus diterapkan di album-album mereka selanjutnya.

Kedepan, D’Story berharap setelah launching album pertama ini, mereka bisa terus eksis dan berkembang di blantika musik Bali. “Kami berharap kedepannya kami bisa menghadirkan karya dan warna baru lagu Bali sehingga kami bisa terus berkarya untuk diri sendiri dan Bali,” pungkas Rama.

Album Rasa Sing Kel Mati ini berisikan 9 lagu dan rencanya akan dijual sebanyak 300 keping dalam bentuk CD dan disaat bersamaan juga akan dilauching video klip untuk lagu unggulan mereka tersebut.

D’Story yang saat ini digawangi oleh Rama (vokal), De Angga (gitar), Mang Sayang (Rythm), Tu Adi (bass), dan Agus (drum), berencana akan menyambung kembali kisah Rasa Sing Kel Mati ini dalam album berikutnya, namun tetap dengan komitmen setiap album yang akan dikeluarkan akan tetap mengangkat salah satu budaya atau tradisi di Bali.

Popular Articles