Tuesday, January 13, 2026

Top 5 This Week

Related Posts

Orbituari Negeri Pelangi, Bukti Puisi Bisa Satukan Negeri

DENPASAR – Kolaborasi penyair Indonesia persembahkan satu karya Antologi yang bertajuk Obituari Negeri Pelangi. Ada 18 penyair dari berbagai daerah yang menuangkan buah seni sastranya di dalam karya literasi tersebut.

Selain berasal dari berbagai daerah, penyair yang berkolaborasi juga berasal dari latar belakang sosial, agama, dan usia yang beragam. Seperti Ni Nyoman Rianti Adi Saraswati Putri, salah satu penulis paling muda yang mengisi buku ini.

Gadis 9 tahun yang kini masih duduk di bangku kelas 3 SD Lentera Hati Jimbaran, Badung ini mengaku bangga bisa berkontribusi.

“Saya sangat bangga bisa menjadi bagian dari buku ini. Semoga ke depannya bisa kembali mengisi buku seperti ini lagi,” ungkap putri dari pasangan Made Adi Dwi Buda Susila dan Putu Wedayanti ini.

Begitupun dengan salah satu penulis lain, Putu Anggia, ia juga mengaku sangat termotivasi sekaligus bangga. “Saya juga senang bisa bertemu beberapa penyair yang muda dan berbakat,” ungkapnya.

Menurut Niswa Djupri, pemilik Niswaka Publisher selaku penerbit, di dalam buku tersebut berisi 54 puisi dengan jumlah halaman sebanyak 144 lembar.

Ia menyampaikan bahwa karya ini memiliki tujuan yang besar, yaitu merefleksikan keberagaman bangsa Indonesia, dan puisi dapat menyatukan Indonesia.

“Maka sesungguhnya hal-hal itu tidaklah berbeda. Kami ingin membuktikan bahwa dari puisi mampu membuat negeri ini menjadi lebih baik. Indonesia, negeri pelangi yang indah,” katanya, saat ditemui di Denpasar, Minggu (11/3).

Dia juga mengatakan bahwa, dia selalu berupaya untuk mewujudkan gagasan-gagasan dan segala kreatifitas dan harapan dari para penyair. Dengan harapan agar dunia sastra Indonesia, khususnya puisi kian maju dan berkembang.

“Saya ingin menunjukkan besarnya kepedulian kalangan penyair terhadap perkembangan dunia sastra Indonesia, khususnya puisi,” ungkap wanita yang juga seorang guru ini.

Popular Articles