DENPASAR – Bina Antarbudaya Chapter Denpasar kembali menggelar program pertukaran pelajar Youth Exchange Study (YES) 2018 dengan menyasar siswa kelas X SMA/SMK/MA yang berada di wilayah Bali dan NTT. Peserta yang lolos tahap seleksi yang digelar selama sebulan mulai Minggu (25/3) hingga Selasa, (24/4) ini, akan mengikuti pertukaran pelajar ke Amerika Serikat selama satu tahun secara gratis.
“Persyaratannya yakni merupakan Warga Negara Indonesia, tengah duduk di kelas X SMA/SMK/MA, bukan aksel atau homescholing, memiliki nilai raport minimal 80 di semua mata pelajaran, memiliki nilai minimal 85 di mata pelajaran umum/wajib (Agama, PKn, Bahasa Indonesia, Matematika, Bahasa Inggris, dan Sejarah – red), aktif berorganisasi baik di dalam sekolah maupun luar sekolah, memiliki prestasi minimal tingkat kabupaten/kota, dan ada izin dari sekolah dan orang tua untuk mengikuti seleksi,” Luh Yesi Candrika selaku Ketua Panitia Seleksi, Rabu (21/3).
Yesi Candrika menjelaskan, terdapat lima tahapan seleksi yakni seleksi berkas dan shortlisting, wawancara, seleksi finalis chapter, seleksi akhir tingkat nasional, dan seleksi penjurian nasional.
Setelah diseleksi di tingkat chapter, peserta akan diseleksi di tingkat nasional. Peserta yang lolos di tingkat nasional akan diberangkatkan mengikuti pertukaran ke berbagai sekolah di berbagai wilayah di Amerika Serikat selama satu tahun, pada program pertukaran tahun 2019/2020.
“Pendaftaran peserta secara online dengan mengakses web kami tanpa dipungut biaya apapun, kemudian mengisi formulir pendaftaran. Selanjutnya kami akan melakukan seleksi berkas dengan mengurutkannya nilai dari yang tertinggi. Bagi yang lolos di tahap pertama akan diundang tes wawancara yang melibatkan kalangan independen,” jelasnya.
Sejak tahun 2012, lanjutnya, Bina Antarbudaya Chapter Denpasar telah memberangkatkan banyak peserta dan tidak sedikit peserta yang mendapat penghargaan selama mengikuti program.
“Program Bina Antarbudaya merupakan organisasi nonprofit. Tujuannya untuk menciptakan pemimpin masa depan yang memiliki pemahaman budaya antarbudaya di dunia, sehingga terjadi perdamaian dunia,” paparnya.


