Wednesday, March 11, 2026

Top 5 This Week

Related Posts

Badung Akan Bangun Bandara Double Runway Sepanjang 3500 Meter Dengan Kapasitas 45 Juta Per Tahun

Badung – Sebagai daerah dengan pariwisata termaju di Indonesia, Kabupaten Badung terus melakukan pembangunan agar dapat maksimal dalam mengcover jumlah kunjungan wisatawan yang terus meningkat setiap tahunnya. untuk itu, saat ini Bandung tengah berencana untuk membangun bandara internasional dengan landasan pacu ganda (double runway), dengan kapasitas yang mencapai 45 juta penumpang per tahun. Hal itu diungkapkan oleh Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Badung, Ir. I Made Badra, MM., Senin 26/3.

Ia menjelaskan kapasitas Bandara Ngurah Rai yang hanya 25 juta per tahun dinilai sudah mentok, sementara jumlah kunjungan wisatawan setiap tahunnya terus meningkat. Pembangunan bandara baru ini kini tengah dikomunikasikan dengan pihak otoritas bandara dan pihak-pihak terkait. Rencananya landasan pacu bandara baru yang akan dibangun ini akan memiliki panjang 3500 meter. Pembangunan ini rencananya akan dilakukan ke arah laut, oleh karena itu akan perlu dilakukan reklamasi.

“Sekarang kapasitas bandara yang ada (Bandara Ngurah Rai) sudah mentok 25 juta, oleh karena itu kita sedang berkomunikasi dengan pihak otoritas bandara dan pihak AP I (Angkasa Pura) untuk bagaimana merancang bandara ini double runway dengan tambahan lagi 3500 meter landasan pacu baru dengan melakukan reklamasi ke arah barat tetapi dengan teknologi yang betul-betul amdalnya yang baik” ungkapnya.

Terkait kemungkinan respon yang akan diterima dari masyarakat terkait pembangunan ini, ia mengatakan Pemkab Badung akan meyakinkan bahwa pembangunan ini adalah sebesar-besarnya untuk kemakmuran masyarakat Badung, secara umum Bali. Dan Terkait kemungkinan dari pembangunan ini akan menimbulkan dampak pengurangan area pantai dan menggangu aktifitas surfing baik yang dilakukan wisatawan ataupun masyarakat lokal yang ada di pantai Kuta, ia mengatakan pihak Pemkab juga akan melakukan kajian bila perlu akan menerapkan tekhnologi ombak buatan modern seperti yang telah diterapkan di Queensland, Australia.

“tinggal gimana cara kita nanti mensosialisasikan kepada masyarakat, bagaimana bandara itu dibuat sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat. Nah bila terjadi pengurangan area pantai dan berdampak pada aktifitas surfing, nanti akan kita buat teknologi ombak buatan, saya yakin anak-anak pantai pasti senang. Sekaran kan hilang ombaknya itu, kita munculkan lagi ombak mungkin 300 meter di sepanjang sebelah utara runway arah Kuta, ini teknologi sudah berhasil diterapkan di Queensland, Australia. Nah saya sarankan kepada tim amdal untuk mengkaji hal itu” paparnya

menurutnya hal itu perlu mengingat Surffing adalah cikal bakal pariwisata Kuta, yang dimulai sekitar tahun 1971, saat itu para peselancar yang merupakan para bagpacker dari Australia yang awalnya meramaikan kawasan Kuta ini, oleh karena itu teknologi ini akan diaplikasikan untuk tetap membuat Kuta bertahan dengan icon Surfing-nya. (Adhi)

Popular Articles