Wednesday, March 4, 2026

Top 5 This Week

Related Posts

Prediksi Indonesia Bubar 2030, Ma’ruf Amin: Jangan Percaya Isu dan Provokasi

DENPASAR – Belakangan ini muncul polemik di media terkait statemen Ketua Partai Gerindra, Prabowo Subianto dalam sebuah pidatonya yang mengatakan bahwa ada prediksi yang mengatakan Negara Indonesia akan bubar pada tahun 2030. Menanggapi hal itu, Ketua Nahdatul Ulama (NU), Ma’ruf Amin mengatakan bahwa Negara Indonesia ini memiliki dasar yang kuat sehingga tidak akan mungkin bubar. Hal tersebut ia sampaikan saat menghadiri kegiatan halaqoh yang diselenggarakan oleh PW NU Bali, Sabtu, 31 Maret 2018, di kantor PW NU Bali.

“Menurut saya itu tidak benar (Indonesia bubar) dan itu tidak boleh terjadi, masak kita mau dipengaruhi oleh isu-isu seperti itu. Negara ini dibangun di atas landasan yang kuat yaitu pertama, Pancasila. Itu titik temu, kesepakatan, dan menurut saya kalimatun sawa. Yang kedua, Ditolaknya Piagam Jakarta. Dua pilar inilah yang melahirkan NKRI. Itulah yang merupakan landasan yang kuat dan itu harus terus kita kawal, dengan prinsip persaudaran; persaudaran sesama Islam, dan persaudaraan sesama bangsa, oleh karena itu negara ini tidak akan bubar dan tidak boleh bubar,” tandasnya.

Menjelang Pemilihan Kepala Dareah (Pilkada) serentak dan Pemilihan Presiden 2019 nanti, Ma’ruf Amin juga mengingatkan kepada para peserta dan para tim suksesnya agar tidak membuat provokasi-provokasi yang dapat menimbulkan kegaduhan yang mengancam persatuan dan kesatuan bangsa. Ia mengingatkan agar bertarung dalam pemilihan tersebut dengan menggunakan program dan prestasi, tidak dengan kampanye-kampanye negatif apalagi sampai menggunakan fitnah, ujaran kebencian dan berita-berita hoax.

“Di dalam berkampanye silahkan menjual dirinya, setinggi mungkin, jangan nimpukin orang, jangan menjelekan orang, itu kan bisa bikin rusuh nanti. Kita minta kepada para paslon dan para pengikutnya untuk tidak membuat provokasi-provokasi, menjelekkan lawannya, jual aja gagasannya, idenya, prestasinya, apa yang sudah dilakukannya supaya nanti masyarakat bisa menentukan siapa orang yang akan dipilihnya,” tandasnya.

Kepada para warga NU dan umumnya warga muslim Indonesia, Ma’ruf Amin berpesan agar melihat momentum Pilkada dan Pilpres mendatang ini sebagai momentum untuk benar-benar memilih pemimpin yang terbaik berdasarkan prestasi, jujur dan kemampuannya dalam bekerja menyelesaikan permasalahan-permasalahan bangsa, sehingga dapat membawa masyarakat pada kemakmuran.

“Kepada warga NU khususnya dan umat Islam umumnya saya berpesan agar melihat momentum Pilkada dan Pilpres ini benar-benar untuk memilih pemimpin yang terbaik, tidak lebih dari pada itu. Pilihlah pemimpin yang jujur, pilihlah pemimpin yang sudah punya prestasi, yang sudah membuktikan bisa bekerja mensejahterakan rakyat. Artinya bukan pemimpin yang hanya sekedar bisa berpidato, tapi harus bisa berbuat juga dan sudah dilaksanakan dengan baik, pilihlah pemimpin yang punya prestasi,” pesannya.(*)

Popular Articles