Tahukah anda?
1. Tahun 1882 tepatnya tanggal 3 April, penjahat terkenal Amerika Serikat, Jesse James tewas ditembak temannya sendiri, Bob Ford yang mengkhianatinya untuk imbalan hadiah.
Jesse Woodson James, “Dingus” adalah seorang prajurit Konfederasi dan penjahat terkenal Amerika Serikat.
Kehidupannya yang luas dan juga sebagai perampok telah divisualisasikan dalam sejumlah film dan balada. Ia adalah anggota pasukan gerilya William Quantrill pada masa Perang Saudara Amerika.
Jesse dibunuh oleh Robert Newton Ford yang sebenarnya adalah anggota kelompoknya, Geng James-Younger. Pada tanggal 3 April 1892, setelah sarapan, Robert Ford, Charley Ford dan Jesse James siap berangkat untuk memulai merampok lagi, keluar masuk rumah untuk menyiapkan kuda.
Hari itu sebenarnya panas; James melucuti mantelnya, dan mengatakan bahwa ia harus meninggalkan senjatanya juga, agar tak mencurigakan. James mengingatkan ke gambar berdebu di dinding dan berdiri dari kursi untuk membersihkannya. Robert Ford mengambil kesempatan, dan menembak kepala belakang James.
Jesse sering disebut-sebut sebagai “Robin Hood Barat Liar”, namun tak ada bukti ia pernah membagi hasil rampokannya dari jarahannya kepada mereka yang membutuhkan.
2. Pemberontakan penduduk pulau Jeju.
Peristiwa Jeju adalah peristiwa pemberontakan yang dimulai pada 3 April 1948 oleh penduduk Pulau Jeju, Korea Selatan yang berada di bawah pendudukan Pemerintah Militer Angkatan Darat Amerika Serikat di Korea.
Peristiwa ini melibatkan Pasukan Cadangan Kepolisian Korea Selatan Angkatan Bersenjata Republik Korea, Kepolisian Korea Selatan, dan organisasi pemuda sayap kanan Semenanjung Korea. Pemberontakan berlangsung hingga 21 September 1954 dan disertai serangkaian peristiwa pembantaian massal penduduk Pulau Jeju.
Pihak Pemerintah Korea Selatan mengatakan peristiwa ini sebagai pembersihan Partai Buruh Korea Selatan yang komunis oleh tentara pemerintah dan kepolisian, serta berakibat pada tewasnya satu dari lima penduduk Pulau Jeju atau 60.000 orang sebagai korban pembunuhan massal. Sekitar 70% dari desa-desa di Pulau Jeju terbakar habis.
3. Tepat tanggal 3 April 1922, Josef Stalin menjadi Sekretaris Jenderal Partai Komunis Uni Soviet yang pertama.
Sekretaris Jenderal Partai Komunis Uni Soviet (disebut Sekretaris Pertama pada 1953-1966) adalah jabatan pemimpin Uni Soviet de facto setelah kematian Vladimir Lenin pada tahun 1924.
Posisi ini pada awalnya merupakan jabatan administratif sewaktu diciptakan pada tahun 1922 dengan Josef Stalin sebagai orang pertama yang mendudukinya.
Akses dan otoritas terhadap birokrasi partai yang dimiliki oleh jabatan ini meningkatkan kekuasaan Stalin sewaktu Lenin jatuh sakit dan terutama setelah kematiannya.
Setelah Stalin mendominasi politbiro, posisi sekretaris jenderal menjadi sinonim dengan pemimpin partai dan merupakan penguasa de facto Uni Soviet. Setelah 1934, Stalin semakin cenderung untuk menandatangani dokumen-dokumen dengan jabatan “Sekretaris Komite Pusat”.
Walaupun tidak ditemukan rujukan resmi mengenai posisi tersebut antara Kongres Partai XIX pada bulan Oktober 1952 sampai kematian Stalin pada 5 Maret 1953, tidak pernah ada keraguan bahwa ia tetap memangku jabatan tersebut.
4. DI tahun 2015 tepatnya tanggal 3 April, QNB Group menjadi sponsor utama Liga Super Indonesia mulai musim 2015, mengubah nama kompetisi menjadi QNB League
QNB Group telah mensponsori sejumlah club dan even sepakbola internasional. Salah satu club yang disponsori adalah Paris St. Germain di Perancis yang dimiliki oleh emir Qatar Syekh Tamin. Selain itu, QNB Group mensponsori Asian Football Championship (AFC).
QNB Group adalah institusi keuangan global asal Qatar yang diklaim nomor satu di Timur Tengah dan Afrika. QNB saat ini beroperasi di lebih dari 27 negara di 3 benua (Asia, Afrika, dan Eropa).
5. HUT organisasi Persit Kartika Candra Kirana.
Organisasi istri prajurit TNI AD Persit Kartika Chandra Kirana lahir ditengah-tengah perjuangan bangsa Indonesia yang dijiwai semangat dan cita-cita luhur untuk merebut kemerdekaan dari tangan penjajah.
Dalam pertumbuhannya, organisasi ini tidak dapat dipisahkan dari perkembangan TNI AD. Kelahirannya didorong oleh kesadaran bela negara dan ingin ikut serta dalam berjuang mendampingi suami dan sesuai dengan sifat kewanitaanya. Kegiatan dapur umum dan palang merah merupakan pilihannya dalam perjuangan merebut kemerdekaan.
Dalam perjuangan mengisi kemerdekaan, istri prajurit Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat sebagai warga negara Republik Indonesia berhak juga untuk memperjuangkan tercapainya cita-cita bangsa Indonesia yaitu mewujudkan masyarakat yang adil dan makmur baik secara material dan spiritual dalam wadah negara kesatuan Republik Indonesia.
Sebagai istri prajurit TNI Angkatan Darat tidak dapat dipisahkan dari TNI Angkatan Darat, baik dalam melaksanakan tugas organisasi maupun dalam kehidupan pribadi. Oleh karena itu istri prajurit TNI Angkatan Darat harus membantu TNI Angkatan Darat dalam mensukseskan tugasnya baik sebagai kekuatan pertahanan keamanan maupun sebagai komponen pembangunan bangsa.
Persatuan istri prajurit yang selanjutnya disingkat Persit Kartika Chandra Kirana adalah kelanjutan dan penyempurnaan dari organisasi yang terdahulu yaitu Persatuan Istri Tentara.
Penulis: Remigius Nahal


