Riyadh – Pemerintah Arab Saudi diberitakan berhasil mencegat dua peluru kendali balistik yang berasal dari Yaman dan mengarah ke Ibu Kota Riyadh pada Rabu (9/5).
Melansir kantor berita Saudi, setidaknya ada empat ledakan yang mengguncang pusat ibu kota saat pencegatan terjadi.
Sementara itu, angkatan udara Saudi juga dilaporkan telah menembak jatuh sebuah rudal yang mengarah ke kota Jizan bagian selatan.
Dikutip dari Reuters, kelompok pemberontak Houthi di Yaman mengatakan telah meluncurkan peluru kendali ke pusat ekonomi Saudi.
Hingga berita ini diturunkan belum ada laporan kerusakan akibat dari insiden tersebut.
Dua pekan lalu tepatnya pada 21 April, pasukan keamanan di Riyadh telah menembak jatuh pesawat tanpa awak atau drone tak dikenal yang terbang dekat kawasan Istana Kerajaan Saudi. Dan sehari sebelumnya, angkatan udara Saudi juga mencegat sebuah rudal balistik yang ditembakkan pemberontak Houthi dari Yaman ke arah kota Jazan.
Hingga kini Riyadh mencatat bahwa pemberontak Houthi telah menembakkan rudalnya sebanyak 119 kali ke arah Saudi, dimana serangan para pemberontak ini bertujuan membalas atas keikut sertaan Saudi dan koalisinya pada perang yang berlangsung di Yaman. Sebab, sejak perang sipil pecah di Yaman pada 2015 lalu, koalisi Saudi yang terdiri dari 13 negara telah meluncurkan serangan udara di Yaman.
Operasi koalisi Saudi dilakukan demi menumpas pasukan pemberontak Houthi dan membantu Presiden Abdrabbuh Mansur Hadi memulihkan pemerintahan.(*)
(sumber :CNN Internasional)


