Saturday, November 29, 2025
spot_img

Polri, Insiden Penyerangan Polsek Bayah Karena Salah Paham

Banten – Kapolda Banten menyebutkan insiden penyerangan terhadap Polsek Bayah, Lebak, Banten oleh warga, disebut sebagai bentuk kesalahpahaman akibat isu penangkapan warga yang diduga dilakukan oleh oknum kepolisian.

“Ini murni kesalahanpahaman masyarakat. Yang perlu kita lakukan sekarang, melakukan penyelidikan siapa yang melakukan penangkapan, apakah betul dari anggota atau yang mengaku anggota,” kata Kapolda Banten Brigjen Listyo Sigit Prabowo, Sabtu (12/05).

Sebelumnya, beredar kabar penangkapan dua orang warga bernama H.Anwar dan Gugun, oleh anggota kepolisian, menggunakan kendaraan Avanza warna hitam di Kampung Jogjogan, Desa Darmasari, Kecamatan Bayah, Kabupaten Lebak Banten, pada Sabtu (12/5) sekitar pukul 07.30 WIB.

Kemudian muncul pula isu bahwa keduanya ditangkap oleh anggota Polsek Bayah. Warga pun tersulut emosinya dan mendatangi Polsek Bayah dan meminta keduanya dikeluarkan dari tahanan.

Anggota kepolisian di Polsek Bayah telah menjelaskan bahwa tidak ada penangkapan dan tidak ada tahanan bernama H.Anwar dan Gugun.

“Kemudian ada provokasi kepada masyarakat, kemudian menimbulkan penyerangan di Polsek,” imbuh Listyo.

Selain merusak gedung Polsek Bayah, sejumlah kendaraan dinas kepolisian seperti mobil dan motor juga turut menjadi sasaran warga yang emosi itu.

Listyo, yang merupakan mantan ajudan Presiden Jokowi, juga menyebut ada isu di kalangan warga bahwa Avanza hitam yang membawa dua warga itu menabrak warga yang menghalangi penangkapan hingga mengalami luka berat.

Massa yang mengamuk di Polsek Bayah kemudian reda saat H.Anwar dan Gugun datang ke kantor polisi yang dekat dengan Kabupaten Sukabumi ini untuk membuat laporan dugaan penculikan.

Listyo menjelaskan bahwa kedua orang itu dibawa oleh kendaraan roda empat yang belum diketahui identitas pengemudinya. Mereka sebelumnya diturunkan di Desa Cikumpay, Kecamatan Bayah.

“Kita lakukan lidik lebih lanjut. Apakah ini benar anggota atau tidak. Sehingga posisi sekarang, tidak ada anggota Polsek melakukan penangkapan,” jelasnya.

Jika benar yang melakukan penangkapan adalah anggota kepolisian, pihaknya berjanji akan memberikan tindakan tegas jika ada pelanggaran aturan. Namun, jika itu adalah orang yang mengaku-ngaku sebagai anggota Polri, maka tindakan pidana akan diberikan kepada pelaku.

“Yang kita lakukan sekarang meredam dan menjawab isu yang ada. Mereka sempat katanya akan dibawa ke Jakarta. Tapi itu semua masih kita dalami. Estimasi kerugian, masih ditaksir,” ujarnya.

Kondisi terkini di Polsek Bayah, telah dipasangi garis polisi. Lokasi kejadian di jaga oleh 200 personil dari Polres Lebak, 100 anggota Polda Banten, 68 personil Brimob, 60 personil dari Bataliyon 320/Badak Putih dan 60 personil TNI dari Kodim Lebak.

“Sudah [kondusif],” kata AKBP Reza Herasbudi, Komandan Satuan Brimob Polda Banten, melalui pesan singkatnya, Sabtu (12/05).

Dia memastikan operasional Polsek Bayah akan kembali berjalan normal, pada Minggu (13/5). “Besok juga sudah beres,” imbuhnya.(*)

(sumber : CNN)

Related Articles

Stay Connected

0FansLike
0FollowersFollow
0SubscribersSubscribe
- Advertisement -spot_img

Latest Articles