Friday, February 13, 2026

Top 5 This Week

Related Posts

Di Denpasar, Masyarakat Serukan Bersatu Lawan Terorisme

DENPASAR – Aksi solidaritas terhadap korban ledakan bom di Surabaya dan Sidoarjo Jatim terus berdatangan.

Hari ini Selasa 15 Mei 2018, segenap elemen masyarakat Bali yang terdiri dari organisasi pemuda dan mahasiswa, BEM dan Himpunan Advokat Muda Indonesia Bersatu (HAMI) Bali serta para seniman dan sastrawan serta para akademisi menggelar aksi solidaritas dengan nama Rakyat Bersatu Lawan Terorisme.

Peserta aksi ini melakukan long march dari parkiran timur lapangan Puputan Denpasar menuju patung Catur Muka depan Kantor Wali Kota Denpasar.

Perwakilan dari sejumlah elemen yang ikut bergabung dalam aksi solidaritas ini satu per satu menyampaikan orasi. Yang pada intinya mereka mengutuk keras tindakan terorisme yang terjadi di Surabaya dan Sidoarjo Jatim.

Kepada theeast.co.id, Edwin, koordinator lapangan dari aksi ini mengatakan bahwa tujuan dilakukannya aksi ini antara lain yaitu, mengutuk tindakan terorisme, berbela sungkawa terhadap korban peledakan bom, serta mendukung pihak Polri dalam memberantas para pelaku terorisme di Indonesia.

” Kita dikejutkan dengan aksi terorisme yang sistematis dan sporadis dalam kurun waktu yang sangat cepat. Darah manusia yang tak bersalah bercucuran oleh ledakan bom,” terang Edwin.

Lanjut Edwin, keluarga sebagai hulu proses pertumbuhan anak kini telah diracuni oleh paham radikalisme dan didorong untuk melakukan aksi terorisme. Ini sudah sangat keterlaluan, pungkasnya.

Adapun rangkaian kegiatan yang dilakukan oleh para peserta aksi ini yaitu membaca puisi dan memberikan bunga kepada pihak-pihak kepolisian sebagai bentuk dukungan untuk memberantas terorisme.

Diakhir aksi, segenap peserta yang hadir bersama-sama membaca pernyataan sikap dan tuntutan yang isinya antara lain; sahkan UU Anti Terorisme, mendukung TNI/POLRI memberantas terorisme dan radikalisme sampai ke akar-akarnya, kemudian menindak tegas tokoh penebar kebencian, dan juga mengecam media yang memberi ruang kepada kelompok radikal dan silent terrorism serta mencegah terorisme dimulai dari lingkungan keluarga.

Laporan: Remigius Nahal.

Popular Articles