DENPASAR – Gubernur Bali Made Mangku Pastika saat mendatangi Bawaslu Bali, Kamis (24/5) mengaku, kedua Paslon yang bertarung dalam Pilgub Bali tahun 2018 memiliki kelemahan masing-masing. Pastika mengaku, yang membuat heboh selama ini adalah Paslon yang mempunyai visi dan misi soal bantuan ke desa pakraman, yang kebetulan dirinya ditanya dan kemudian dijelaskan secara rasional dan terukur.
“Kebetulan yang soal ini ditanya ke saya, dan saya jelaskan. Sementara Paslon yang lainnya tidak ditanya. Sebenarnya yang Palson satunya ada juga hal yang tidak benar, tetapi karena tidak ditanya maka saya tidak menjelaskannya,” ujarnya di Denpasar, Kamis (24/5).
Pastika mengaku, persoalan yang heboh dalam sepekan terakhir hanya karena dirinya menjawab sejumlah pertanyaan wartawan soal bantuan desa pakraman.
“Saya menjawab pertanyaan wartawan. Asumsinya wartawan itu mewakili publik. Publik harus tahu. Ini juga terkait dengan UU Keterbukaan Informasi Publik. Saya sangat terbuka. Kalau saya tidak menjawab pertanyaan, maka gubernur dibilang bungkam,” ujarnya.
Pastika mengatakan, tugas dirinya sebagai gubernur harus menjelaskan kepada rakyat apa yang bisa membuat rakyat Bali paham. Ini sangat penting karena menyangkut pilihan.
“Kalau di Amerika dikenal dengan istilah negative campaign bukan black campaign. Artinya pemerintah wajib memberitahukan kepada rakyatnya apa yang hal benar dan apa yang tidak benar,” ujarnya.
Jimmy Carter misalnya, saat maju menjadi presiden di Amerika, pemerintah mengumumkan secara resmi jika Carter pernah menyetir kendaraan dalam keadaan mabuk. Bill Clinton pernah diumumkan saat dirinya kampanye bahwa dirinya pernah melakukan pelecehan seksual. Kedua tokoh itu tetap terpilih menjadi presiden di eranya masing-masing. Pemerintah akan mengumumkan secara resmi. Dalam alam demokrasi yang sehat sangat wajar.
Untuk di Bali, calon itu dalam kampanye harus edukatif. Menurut Pastika, kampanye soal bantuan dana Rp 500 juta pertahun sangat tidak edukatif.
“Ini menurut kampanye ini tidak edukatif. Ini menurut saya. Tidak tahu menurut Bawaslu. Harusnya saya dipanggil dulu oleh Bawaslu. Jadi jangan cuma dengar laporan orang, baca di koran langsung membuat surat. Ini bisa diplintir. Kalau saya baca surat Bawaslu, konotasinya saya disalahkan. Kenapa saya diberi peringatan, maka saya disalahkan,” ujarnya.
Pastika juga meminta kepada Bawaslu batasan-batasan seorang gubernur selaku pembina politik untuk menjawab pertanyaan masyarakat. Semua yang pertanyaan tentang bantuan desa pakraman dijelaskan. Pastika menegaskan, jika sampai saat ini belum ada wartawan yang bertanya pada dirinya soal visi misi Paslon. Pastika juga menegaskan jika sampai saat ini dirinya tetap netral. Bukan hanya itu. Pastika juga menolak menjadi jurkam karena dirinya netral. (*)


