Wednesday, April 1, 2026

Top 5 This Week

Related Posts

Mendag Puji Kebersihan Pasar Tradisional Pecatu

DENPASAR – Menteri Perdagangan (Mendag) Enggartiasto Lukita berkunjung ke Pasar Tradisional Pecatu, Desa Pecatu, Kecamatan Kuta Selatan, Kabupaten Badung, Jumat (25/5). Dalam kunjungan tersebut, Mendag berdialog langsung dengan para pedagang, para pengurus pasar, Wakil Bupati Badung Ketut Suisa, Bendesa Adat Pecatu Made Sumerta, Staf Ahli Kemendag Laksmi Ningsih,

Menurut Mendag, Pasar Desa Adat Pecatu ini sungguh luar biasa baik dari sisi kebersihannya, penataan barangnya, SDM-nya dan hygienitasnya.

“Ini Pasar Desa Adat Pecatu yang pembangunannya luar biasa. Pasar dengan tingkat higienis yang sangat berstandar internasional. Kearifan lokal dalam arsitektur bangunan tetap dipertahankan. Dilengkapi dengan parkir basemant untuk mengurangi tingkat kemacetan,” ujarnya.

Menurut Mendag, pasar tradisional selayaknya tidak perlu besar-besar tetapi cukup untuk melayani kebutuhan pokok rakyat. Lokasinya harus berada di desa-desa atau kampung-kampung. Tujuannya adalah agar mata rantai peredaran barang kebutuhan pokok semakin pendek dan kecil. Semakin pendek mata rantai peredaran kebutuhan pokok, maka semakin murah harganya. Dan inilah tujuan didirikannya pasar tradisional, pasar yang ada di desa-desa di seluruh Indonesia. Sebaliknya, pasar besar, pasar modern, senantiasa berada di tengah kota sehingga harganya relatif mahal dan ini menjadi tantangan tersendiri bagi masyarakat kelas menengah ke bawah.

“Hal yang sama terjadi di Pasar Pecatu Bali. Wakil Bupati Badung Ketut Suisa tadi berbisik kepada saya bahwa pasar yang sama akan dibangun lagi di 5 titik. Ini luar biasa,’ ujarnya.

Mendag juga menjelaskan situasi harga bahan pokok menjelang hari raya baik yang ada di Bali maupun yang ada di berbagai daerah di Indonesia. Secara umum, semua harga bahan pokok relatif stabil dan cenderung menurun.

“Saya selaku Menteri Perdagangan akan mempertahankan kondisi ini bukan hanya menjelang hari raya, tetapi sampai dengan akhir tahun dan kalau bisa terus dipertahankan sampai kapan pun. Beberapa juga bisa disebutkan. Yang pasti beras medium sudah turun. Untuk menjaga daya beli masyarakat, cabe rawit harganya stabil di Rp 25 ribu, bawang merah Rp 20 ribu. Bahan pokok lainnya juga relatif stabil,” ujarnya.

Mendag mengakui jika harga bahan pokok yang sempat naik beberapa waktu lalu adalah daging ayam. Namun sekarang sudah relatif stabil di angka Rp 35 ribu.

“Yang naik waktu lalu adalah ayam dan telur karena supplay terbatas, karena sedang mengurangi antibiotik ayam di peternak mandiri dan juga peternak besar. Supplay tentu berkurang sehingga harga naik. Dengan kondisi seperti itu, pemerintah sudah mengundang peternak untuk menurunkan harga. Untuk peternak besar sebelumnya kita larang untuk masuk pasar tradisional,” ujarnya. (*)

Laporan : Axelle Dhae

Popular Articles