DENPASAR – Kapolda Bali Irjen Pol Petrus Reinhard Golose secara tegas akan melibas seluruh anggota Ormas di Bali dari kelompok mana pun yang mencoba memungut uang dari masyarakat dan apalagi dari masyarakat kecil. Menurut Kapolda, premanisme atau Ormas tidak boleh ada di Bali karena hal itu akan sangat mengganggu kehidupan rakyat terutama rakyat kecil.
“Memang banyak pungutan-pungutan walau kelihatan kecil, tetapi akan sangat mengganggu kehidupan masyarakat terutama masyarakat kecil,” ujar Kapolda Bali, Jumat (8/6).
Menurut Petrus, ada tiga Ormas di Bali yang akan dilibas sekalipun mereka berubah bentuk yakni Laskar Bali, Baladika dan Pemuda Bali Bersatu.
“Saya minta para premanisme ini jangan coba-coba membuat ketidaknyamanan masyarakat. Saya tidak akan toleransi dengan Ormas itu, dan saya akan telusuri bila mereka berubah bentuknya,” ujarnya.
Kapolda mengatakan kehadiran para preman itu sangat meresahkan masyarakat dan ini sangat tidak kondusif di Bali.
“Saya mendapatkan banyak laporan dari masyarakat tentang ini. Saya minta jangan coba-coba lagi melakukan hal-hal yang tidak terpuji dan saya tidak mau ada toleransi,” ujarnya.
Menyinggung soal keterlibatan Ormas di Pilgub Bali, Kapolda juga akan melakukan pendalaman secara serius. Ia meminta agar anggota Ormas Laskar Bali, Baladika, Pemuda Bali Bersatu sebaiknya tidak terlibat dengan berbagai kekerasan dan intimidasi. Polri akan berada di mana-mana untuk melakukan penyisiran terhadap anggota premanisme yang terlibat dalam intimidasi Pilgub.
Memasuki tahun kedua menjabat sebagai Kapolda Bali, jenderal bintang dua ini sangat sukses dalam memberantas premanisme di Bali. Pria asal Manado ini pernah menginstruksikan agar seluruh Kapolres di Bali untuk menurunkan baliho yang berasal dari Ormas yang dipasang di semua titik strategis di Bali. Semua baliho yang berisikan tentang apa saja, bila itu berasal dari Ormas seperti Laskar Bali, Baladika, Pemuda Bali Bersatu maka wajib untuk diturunkan. Intinya, baliho yang berasal dari tiga Ormas besar itu tidak boleh ada di seluruh Bali. Bahkan, Kapolda akan mencopot jabatan sebagai Kapolres jika masih ada baliho Ormas yang terpasang di wilayahnya. (*)
Laporan : Axelle Dhae


