DENPASAR, theeast.co.id – Ratusan Saksi Semesta didaklarasikan oleh Partai Nasdem Bali bertempat Taman Patung Titi Banda, Kecamatan Denpasar Timur, Kota Denpasar, Kamis (21/6). Di Taman Patung Epos Ramayana ini, ribuan saksi semesta yang datang dari berbagai penjuru Bali dideklarasikan. Deklarasi dipimpin langsung oleh Ketua DPW Partai Nasdem Bali Ida Bagus Oka Gunastawa, dihadiri para pengurus inti DPW Nasdem Bali, DPD Nasdem dari berbagai kabupaten dan kota di Bali, para simpatisan dan ribuan saksi lainnya. Dalam deklarasi tersebut, ribuan saksi yang sudah dilatih selama ini diajak untuk mendokumentasikan semua kegiatan TPS dengan menggunakan HP kemudian di-upload ke media sosial melalui facebook dan WA Group. Setelah menyanyikan lagu Indonesia Raya di atas patung Titi Banda, seluruh saksi diminta untuk mengangkat HP masing-masing setinggi-tingginya, sebagai simbol yang akan merekam seluruh proses di TPS, kecuali berada di bilik suara.
Menurut Ketua DPW Nasdem Bali Ida Bagus Oka Gunastawa, saksi semesta Partai Nasdem akan bekerja keras di seluruh TPS di Bali. Tugas mereka adalah menyaksikan dan mendokumentasikan seluruh kegiatan TPS di hari pencoblosan. “Ada beberapa hal yang harus mendapat perhatian. Pertama, pastikan bahwa perhitungan suara benar-benar sesuai dengan aturan. Jumlah surat suara harus sesuai dengan jumlah pemilih. Kedua, pastikan pemilih harus membawa formulir C6, atau kartu panggilan atau undangan memilih. Hal ini bisa dilihat di papan pengumuman. Ketiga, pastikan bahwa yang memilih adalah warga yang berdomisili di TPS yang bersangkutan. Sudah pasti mereka akan saling kenal. Bila ada orang asing, dokumentasikan, sebarkan,” ujarnya. Dokumentasi ini akan menjadi bukti terbalik dalam pelanggaran Pilkada. Ini menjadi biang kerok manipulasi suara di seluruh TPS di Bali.
Menurut Oka, deklarasi Saksi Semesta sengaja dilakukan di Taman Titi Banda. Secara filosofi, dalam Kisah Ramayana, pasukan kera memang dikerahkan untuk membangun jembatan. Kera saja bisa berjalan di jalan yang benar, mendukung yang benar, taat kepada Rama.
“Jangan sampai para pecundang, para penipu suara di TPS lebih rendah derajatnya dari kera. Selain itu, di Taman Titi Banda, merupakan tempat pertemuan dua tokoh Bali antara sipil dan militer, yakni Jl By Pas Ida Bagus Mantra yang adalah ayah kandung Cagub Bali Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra dan tokoh milliter dan pahlawan Bali I Gusti Ngurah Rai, sosok pejuang Bali yang bertempur sampai titik darah penghabisan demi kemerdekaan Indonesia. Semoga Para Saksi Semesta dari Partai Nasdem bisa berjuang habis-habisan untuk kemenangan Mantra-Kerta,” ujarnya.
Hingga saat ini, sudah ada indikasi mobilisasi suara, mobilisasi pemilih mulai mulai marak. Seluruh infrastruktur dikerahkan mulai dari kepala lingkungan, RT, RW bahkan kepala desa. Modusnya sangat beragam. Salah satunya, berbagai infrastruktur ini dimanfaatkan untuk mengerahkan suara di TPS. Mereka umumnya sudah berafiliasi dengan kandidat tertentu, dengan iming-iming tertentu berupa uang, jabatan dan sebagainya. Saat mengedarkan formulir C6, mereka akan menempel petugas KPPS. Bila pemilihnya tidak sedang berada di rumah, lagi kerja atau kesibukan lainnya, mereka akan meminta sebagai penjamin jika formulir C6 itu akan diantara sendiri karena alasan bahwa dirinyalah yang paling tahu tentang warganya. Sampai hari pencoblosan, undangan C6 itu tidak pernah sampai ke pemilih.
“Kami meminta saksi semesta ini akan dokumentasikan, jumlah pemilih yang mencoblos, jumlah surat suara, jumlah pemilih yang mencoblos agar dicocokan dalam penghitungan nanti. Bila tidak, maka dokumentasikan dan sebarkan,” ujarnya. (AD)



