Denpasar, Theeast.co.id — Sungguh sadis, sepasang kekasih yang masih berstatus mahasiswa di Bali asal Manggarai Barat, NTT tega membuang jasad bayi kembar perempuan mereka disamping kamar kos di Denpasar pada Minggu (15/7) kemarin.
Dari informasi yang dihimpun The East,
Pelaku berinisial LJ alias D berstatus mahasiswi asal Herang, Pacar, Manggarai Barat, NTT.
LJ alias D berhasil dibekuk oleh tim dari Kepolisian di kawasan Jimbaran, Kuta Selatan, Badung pada Minggu malam dan kini masih menjalani perwatan di Rumah Sakit Bhayangkara Denpasar.
Sementara kekasihnya berinisial F yang berasal dari Pau Rundang, Rego , Macang Pacar Manggarai Barat masih diburu ke kampung halamannya.
Penyelidikan yang dikomandoi oleh Kanit Reskrim Iptu Aryo Seno Wimoko atas temuan bayi kembar itu dilakukan dengan pengumpulan sejumlah keterangan saksi yang ada diseputaran lokasi kejadian.
Salah satu keterangan saksi yang menguatkan penyidik menangkap pelaku adalah tetangga kosan mereka di TKP. Waluyo tetangga Kosnya, mengaku mendengar jeritan bayi pada Kamis dinihari.
Kemudian petugas kepolisian mendalami identitas kedua pelaku yang tinggal di TKP tersebut.
Hasil penyelidikan itu, bahwa pasangan muda-mudi berinisial LJ alias D dan F menempati kamar itu sejak September 2017 lalu.
“Sehingga, fokus pengejaran dilakukan terhadap dua orang ini. Tapi, keterangan lain yang kita dapat, si laki-laki sudah kabur ke kampung halamannya. Sementara, si wanita itu diketahui kabur ke Jimbaran, Kuta Selatan, Badung, ” ungkap sumber di kepolisian, Senin (16/7) malam.
Mengantongi informasi ibu bayi kembar itu masih berada di Bali, tim Opsnal Polsek Dentim langsung bergerak ke kawasan Jimbaran, Kuta Selatan, Badung.
Dugaan awal, wanita berinisial LJ alias D tersebut bersembunyi di kerabatnya.
Penyelidik tim dikawasan tersebut tidak sia-sia. LJ berhasil diamankan tanpa perlawanan pada Minggu (15/7) sekitar pukul 23.00 Wita. Ia pun dibawa ke Polsek Denpasar Timur untuk penyelidikan lebih lanjut.
“LJ mengakui perbuatannya. Makanya kita bawa ke Polsek untuk diintrogasi lebih lanjut. Pun ia juga mengakui kekasihnya itu sudah kabur ke Manggarai. Saat ini kita masih buruh kesana,” ungkapnya.
Pemeriksaan sementara di Polsek Dentim, bahwa bayi kembar tersebut lahir cukup bulan dan dalam kondisi hidup didala kamar kosan itu.
Hanya saja, karena status LJ dan kekasihnya F masih mahasiswa disalah satu perguruan tinggi swasta di Denpasar dan belum memiliki ikatan pernihakan, merekapun sepakat untuk menghabisi nyawa bayi kembar itu dengan cara mencekik.
Adanya cekikan pada bayi juga didukung oleh pemeriksaan Inafis bahwa orok tersebut diperkirakan berusia 8 bulan, luka robek pada bagian leher dan perut, diperkirakan meninggal dunia sejak 2 hari yang lalu.
“LJ dan kekasihnya F malu karena masih berstatus mahasiswa dan belum menikah,” katanya seraya masih mendalami lagi keterangan sang LJ alias D lantaran masih panik dan shock.
Meski demikian, Kanit Resktim Iptu Aryo Seno Wimoko mengaku masih melakukan penyelidikan mendalam terhadap keterangan dari sang wanita yang diamankan. Mereka masih memburu kekasihnya itu ke Manggarai Barat.
“Masih dalam penyelidikan semuanya. Nanti kalau lengkap kita akan beber ke Publik,” ujarnya.
Pelaku Diancam Hukuman Seumur Hidup
Pelaku D diancam dengan Pasal berlapis yakni Pasal 341, Pasal 342 dan Pasal 343 KUHP serta UU Perlindungan Anak pidana seumur hidup jika memang terbukti pembunuhan ini dilakukan secara berencana.
Sebelumnya, warga Jl Ratna Gg Werkudara, Denpasar dihebohkan dengan penemuan orok (bayi) kembar berjenis kelamin perempuan sekitar pukul 12.00 WITA, Minggu (15/7/2018).
Awalnya warga mengira ada bangkai hewan yang mati di sekitar TKP, tetapi kemudian yang ditemukan dua sosok orok kembar yang sudah meninggal dunia.
Waluyo, tetangga kos pelaku saat diwawancarai The East mengaku kejadian tersebut bermula pukul 12.00 WITA Minggu (15/7) pagi. Mulanya ia mengira bangkai kucing yang mati.
“Iya waktu itu sekitar pukul 12.00 WITA. Kami mencium bau bangkai, jadi dikira kucing mati, ternyata pas mau diambil ada kakinya keluar sehingga warga pun kaget,” ujarnya.
Kata dia bayi tersebut sudah meninggal dan diperkirakan disimpan di lokasi sejak Jumat yang lalu.
“Jadi Jumat malam kemarin itu, saya sempat dengar ada suara bayi menangis, saya kira kuntilanak. Saya tanya pelaku F pada Jumat pagi, dengar suara bayi? Jawabnya tidak dengar,” ujar Waluyo.
Ia juga mengatakan kalau orok tersebut merupakan bayi kembar berjenis kelamin perempuan yang dibungkus sama kantong plastik putih dan kain.
“Iya, kedua bayi itu dibungkus sama plastik putih dan kain, nah itu pas ada yang angkat itu kaki si bayi itu keluar.” kata Waluyo.
Sementara ungkap dia orok itu diletakkan di samping kamar kosnya.
Tambahnya,”memang selama sebulan ini saya sering lihat ceweknya itu disini,” pungkasnya.
Kini lokasi penemuan sudah dipasang police line oleh pihak kepolisian. (Remi)


