Wednesday, January 14, 2026

Top 5 This Week

Related Posts

HKI Tunda Deklarasi Cawapres Airlangga Hartarto

Kuta, Theeast.co.id — Himpunan Kawasan Industri Indonesia (HKI) akhirnya menunda deklarasi dukungan terhadap Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto yang juga adalah Ketua Umum Golkar untuk menjadi calon Wakil Presiden mendampingi Joko Widodo.

Ketua Umum HKI Sanny Iskandar menjelaskan, rencana awalnya Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto sudah dikonfirmasi akan membuka Bussiness Forum dan Rapat Kerja Nasional XIX HKI Indonesia yang digelar di Kuta Bali, Kamis (26/7). Selain membuka Bussiness Forum dan Rapat Kerja Nasional HKI Indonesia, Airlangga Hartarto akan tampil sebagai pembicara kunci dalam acara tersebut.

Menurut Sanny, bila Airlangga Hartarto menghadiri acara tersebut, maka seluruh Anggota HKI akan mendeklarasikan dukung kepada Airlangga Hartarto untuk menjadi Cawapres mendampingi Jokowi.

“Hari ini tidak jadi deklarasi. Namun kami akan mencari moment yang lain, yang dianggap tepat untuk tetap mendeklarasikan Airlangga Hartarto untuk dicalonkan menjadi Wapres mendampingi Jokowi,” ujarnya.

Menurut Sanny, dalam diskusi internal di HKI yang merupakan kumpulan dari para pengusaha tersebut, Airlangga merupakan figur yang layak menjadi Cawapres mendampingi Jokowi.

“Kalau kami dari HKI menilai Airlangga punya kompetensi yang sangat besar. Selama di Komisi IV, UU Perindustrian merupakan perjuangan Airlangga. Bahkan bukan hanya di bidang industri, tetapi bisnis, perdagangan dan sebagainya, Airlangga punya kemampuan yang baik. Deklarasi terhadap Airlangga sebagai Cawapres hanya merupakan dukungan moral saja. Ujung-ujungnya yang menentukan adalah Jokowi sebagai Capres yang akan memutuskan. Namun yang perlu diperhatikan adalah Airlangga sebagai ketua umum partai besar yakni Golkar, memiliki kepribadian yang baik, dan juga putra mantan Menteri Perindustrian era Soeharto yang Hartarto, yang sangat fenomenal. Makanya HKI mendukung Airlangga untuk menjadi Cawapres mendampingin Jokowi,” ujarnya.

Ia mengaku, kalau pun saat Rakernas HKI tidak dideklarasikan, maka pihanya akan mengatur waktu lain, entah bentuknya seperti apa, yang penting memiliki pesan baik kepada Jokowi.

HKI memang banyak belajar dari pengalaman di tahun 2003 lalu. Saat ini HKI secara terbuka mendukung SBY yang masih sebagai Menko Polkumham.

“Tahun 2003 lalu kami dari HKI secara terbuka mendukung SBY dalam forum yang sama. Waktu itu SBY menang dan bahkan memipin dua periode,” ujarnya.

Ia mengisahak, saat mendapatakan dukung dari HKI, SBY mukanya sempat merah karena saat ini partai politik belum ada, dan SBY masih sebagai menter. Namun akhirnya SBY memenangkan pemilihan presiden. (Axelle Dhae)

Popular Articles