Wednesday, May 6, 2026

Top 5 This Week

Related Posts

Gara-Gara Gempa Lombok, Bali Jadi Sasaran Tagline Hoax

Denpasar, Theeast.co.id – Gempa Lombok dengan kekuatan 7,0 SR ternyata bukan hanya berdampak bagi pariwisata di Lombok NTB, tetapi juga bagi pariwisata Bali. Namun ancaman bagi pariwisata Bali ini bukan karena ancaman gempa, tetapi adanya informasi yang tidak bertanggungjawab yang diduga kuat dilakukan oleh kompetitor pariwisata Bali. Ketua Bali Tourism Board (BTB) Ida Bagus Agung Partha Adnyana mengatakan, sekalipun gempa itu terjadi Lombok, Bali termasuk kena dampaknya. “Tiba-tiba kita mendapat tagline “Save Bali”. Ini seolah-olah Bali gempa itu ada di Bali. Kamu mencurigai jika tagline itu sengaja dibuat oleh oknum yang tidak bertanggungjawab yang dengan sengaja ingin menjatuhkan Bali. Itulah sebabnya kami bersama Dinas Pariwisata Bali mengeluarkan pernyataan bersama, bahwa gempa itu atau pusat gempa berada di Lombok,” ujarnya di Denpasar, Selasa (7/8).

Dalam tagline itu juga ada beberapa pertanyaan yang membutugkan penjelasan soal kondisi Bali yang sesungguhnya. Tujuannya agar para wisatawan paham tentang kondisi Bali yang sebenarnya. “Itulah sebabnya dalam statement bersama dengan Dinas Pariwisata Bali, kami menjelaskan kondisi Bali yang sesungguhnya terjadi. Bahwa benar terjadi banyak kerusakan minor di berbagai infrastruktur tetapi tidak mengalami rusak berat. Benar bahwa ada dua orang dilaporkan meninggal akibat gempa, ada satu gereja besar rusak, ada dua mall juga mengalami rusak. Intinya kita menjelaskan kondisi Bali yang sesungguhnya biar tidak ada kebohongan terjadi,” ujarnya.

Kepada Dinas Pariwisata Provinsi Bali AA Gede Yuniartha Putra mengatakan, tagline “Save Bali” berasal dari berita yang tidak benar aliah hoax. Setelah dipelajari dan ditelusuri, tagline Save Bali itu berasal dari penjelasan berita hoax tentang Bali. “Dalam banyak informasi dikatakan Bali sudah porak poranda akibat gempa Lombok. Jadi seolah-olah gempa itu pusatnya ada di Bali. Ini informasi yang sangat berbahaya bagi keberlanjutan pariwisata Bali. Dari pada kita harus menjelaskan satu persatu, lebih baik dengan stakeholder terkait kita mengeluarkan pernyataan resmi untuk merespon informasi yang menyesatkan itu,” ujarnya. Dalam pernyataan resmi itu juga dijelaskan bahwa Bali tetap aman untuk dikunjungi sehingga wisatawan tidak akan takut untuk datang ke Bali. Hal ini dibuktikan dengan banyak wisatawan dari Lombok yang dievakuasi ke Bali akibat gempa Lombok tersebut.(Axele Dhae)

Popular Articles