Denpasar, Theeast.co.id – Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Bali mendata secara final seluruh kerugian yang diakibatkan gempa berkekuatan 7,0 skala ritcher yang berpusat di Lombok baru baru ini. Setelah mendata dengan cermat seluruh kerugian dan kerusakan yang ada maka BPBD Bali melalui UPT Pusdalops Penanggulangan Bencana akhirnya mengeluarkan data resmi tentang total kerugian yang ada.
Kepala UPT Pusdalops PB Bali Gede Jaya Serataberana mengatakan, hingga saat ini total kerugian yang dialami Bali sudah didata semua. “Kami sudah mendata semua total kerugian yang ada di lapangan. Pendataan sudah final. Tim di lapangan juga sudah bekerja tuntas. Kami yakin data ini sudah final. Total kerugian mencapai Rp 32 miliar lebih, terutama bangunan fisik baik infrastruktur umum maupun milik pribadi, tempat ibadat, tembok penyokong dan sejenisnya,” ujarnya di Denpasar, Rabu (15/8). Angka kerugian itu terbesar berasal dari infrastruktur sekalipun kerusakan relatif kecil dan ringan tetapi menyebar hampir seluruh Bali.
Menurutnya, dari data yang masuk dan sudah direkap, total kerusakan sebanyak 2334 kerusakan dari seluruh kabupaten di Bali. Data kerusakan terbanyak berada di Kabupaten Karangasem sebanyak 1339 kerusakan. Hal ini sangat beralasan karena Karangasem merupakan kabupaten paling timur Bali dan lebih dekat dengan pusat gempa sehingga dampak guncangan tentu saja lebih keras. Jumlah terbanyak kedua berada di Kabupaten Buleleng sebanyak 428 kerusakan dan Kabupaten Tabanan sebanyak 173 kerusakan. Untuk kerusakan baik rusak berat maupun ringan, pemerintah baik Bali maupun kabupaten dan kota sudah dikoordinasikan siap membantu tetapi terutama kepada bangunan yang mengalami rusak berat.
Selain korban kerusakan, ada juga korban luka luka yang harus segera mendapatkan perawatan. Total korban luka di Bali sebanyak 63 orang. Korban luka terbanyak berada di Bangli dengan total 28 orang dan Kabupaten Karangasem sebanyak 27 orang. Sisanya tersebar di seluruh kabupaten lainnya di Bali. Sementara korban meninggal dunia hanya 2 orang yang semuanya berada di Kota Denpasar.(Axele Dhae)


