Jembrana,Theeast.co.id, – Rangkaian HUT Kota Negara ke 123 dan HUT Proklamasi Kemerdekaan RI ke 73, dimeriahkan dengan Festival Bleganjur yang dipusatkan di Stage Pura Jagatnatha, Kamis(23/8). Festival yang disaksikan langsung Bupati I Putu Artha bersama istri, Ny. Ari Sugianti Artha dan Wabup I Made Kembang Hartawan yang juga bersama istri, Ny. Setya Warini Kembang, menampilkan para sekaa bleganjur dari kalangan anak-anak siswa sekolah Dasar(SD) dan siswa Sekolah Menegah Pertama(SMP) se Kabupaten Jembrana.
Meski festival Bleganjur di hari pertama yang hanya menampilkan 4 kontingen dari kalangan siswa SD dan 5 peserta dari anak-anak siswa SMP, namun arena stage pura Jagat Natha yang berkapasitas sekitar 3000 penonton penuh sesak. Bahkan saking penuhnya penonton rela menyaksikan ajang seni itu dari luar arena.
Kali ini festival menampilkan sebuah garapan dengan ide cerita “Geni Kesanga”. Tampak mendapat suport spesial dari ribuan penonton. Ide, kreativitas, teknik bahkan penampilan diperankan dengan penuh atraktif dari para penabuh yang telah mengenakan pakaian yang cukup mempesona.
Oleh para pembina, “geni Kesanga” yang dikisahkan saat dinamika api dalam diri kita memuncak pada sasih kesanga. Proses ritual dan spiritual dalam rangkaian hari raya nyepi memberikan kekuatan dan spirit untuk mencapai keseimbangan jiwa. Begitu juga ogoh-ogoh nyatur desa, semangat berkobar mengusir buta kala merupakan ekspresi emosi dan enerjik generasi muda yang penuh dengan solidarias.
Tidak kalah hebohnya saat penampilan sekaa bleganjur dari anak-anak siswa SMP Negeri 5 Negara. 4 orang pembina yakni, Vikal, Eta JBS, Yoga Nirtawan dan Mang Tri mampu mengekspresikan sebuah garapan tabuh berjudul “Mancing”. Kelicahan. Bahkan adegan yang diperankan juga sangat mirip dengan kebiasaan para penghobi mancing saat beraktivitas di tengah laut membuat ribuan penonton juga ikut tertawa terbahak-bahak. Tidak itu saja. Dukungan para suporternya juga spontan menggemuruh.
Kepala Bidang Kebudayaan yang juga koordinator Dewan Juri, Putu N. Sutardi mengatakan, penampilan perdana untuk lomba baleganjur semua kontingen mampu mengekspresikan semua gagasan, ide termasuk teknik. “Kami berkeyakinan anak-anak semua mampu tampil dengan optimal. Namun demikian, kedepan melalui para guru ekstra yang ada di sekolah-sekolah agar terus melakukan pembinaan dan latihan sehingga salah satu ikon kita (bleganjur) yang merupakan seni budaya akan semakin baik dan berkwalitas,“ pungkasnya.(Axelle Dhae)


