Atambua, Theeast.co.id – Kepala Dinas (Kadis) Pendidikan dan Kebudayaan kabupaten Belu, Marsianus Loe minta para pelaku pendidikan untuk merombak pola kegunaan terhadap Media Sosial (Medsos). Hal ini disampaikan Kadis Marsi Loe dalam kegiatan Workshop Bijak Bermedia Sosial di Aula Hotel Matahari Atambua, Rabu (29/8/2018).
Untuk diketahui bahwa Kegiatan workshop Bijak Bermedia Sosial ini dihadiri sekitar 300 peserta yang terdiri dari para Guru, Tutor serta pelajar SMP dan SMA. Terselenggaranya kegiatan tersebut atas kerja sama Yayasan Mekar Pribadi, Kementerian Kominfo serta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Belu.
Praktisi pendidikan dan budaya Oetari Noor Permadi, instruktur menulis kreatif Erwan Widyarto serta Kepala BNPP Mota’ain Yolan Hutagalung, hadir sebagai narasumber dalam kegiatan tersebut dengan dipandu oleh moderator Anto Suhartono.
Kepada para peserta Workshop, Marsianus Loe meminta agar para Guru memanfaatkan teknologi lewat facebook, instagram dan whatsapp dengan merombak pola kegunaan medsos secara baik. “Untuk para peserta, apa yang akan disampaikan oleh narasumber dalam workshop harus dicerna secara baik karena dengan itu bisa dijadikan bekal kedepannya”, imbuh Marsi.
Dikatakan juga oleh Kadis Loe bahwa kehadiran media sosial (medsos) setidaknya dimanfaatkan dengan secara baik untuk kepentingan organisasi maupun pribadi.”Lewat medoss itu perlu dikembangkan hal-hal yang positif. Jika yang dikembangkan hal positif maka akan muncul pula hal positif dan kalau yang kita lakukan dengan hal-hal negatif maka akan muncul hal negatifnya”, jelas Marsianus.
Disampaikan saat ini, sebagian orang lebih banyak memanfaatkan media sosial seperti facebook, instagram untuk tebarkan gosip dan hal negatif lainnya.Sehingga ditekankan lagi kepada para peserta workshop agar mengembangkan diri dengan hal-hal positif dan hindari hal-hal negatif yang hanya akan membuat diri kita terjerumus dalam masalah.”Jangan pernah gantungan niat dengan uang tapi dengan motivasi untuk meraih masa depan,” akhir Loe.
Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Belu juga meminta agar Untuk para tenaga pendidik membuatkan Whatsapp (WA) grup untuk diskusikan hal-hal yang berkaitan dengan kegiatan guru.”Guru – guru juga harus buatkan WA grup sehingga ada hal-hal yang teman-teman guru tidak mengerti bisa didiskusikan bersama dalam group tersebut”, tutur Marsianus Loe. (Ronny Christian)


