Sunday, March 22, 2026

Top 5 This Week

Related Posts

Cegah Hoax Dan Hate Speech Di Perbatasan NKRI, CIS Timor Gelar Diskusi Publik

Atambua,Theeast.co.id – Circle Imagine Society (CIS) Timor menggelar diskusi terbuka sebagai upaya melakukan pencegahan terhadap pemberitaan hoax dan hate speech bagi kaum milenial yang
juga dikenal sebagai Generasi Y. Kaum ini merupakan kelompok demografi setelah Generasi X.
Peran berbagai pihak dalam meminimalisir berita hoax serta hate speech bagi kaum milenial guna menangkal tumbuhnya paham radikalisme di wilayah perbatasan menjadi topik utama kegiatan yang dilaksanakan di Aula Hotel Nusantara II Atambua, Kamis (30/08/2018).
Turut Hadir dalam kegiatan tersebut, Tokoh Pemuda Agama Katholik Romo Yoris Giri,Pr, Perwakilan Kesbangpol Belu Benediktus, tokoh Masyarakat, tokoh Pemuda, dan tokoh lintas agama serta perwakilan siswa SMA Kabupaten Belu.

Koordinator CIS Timor Kabupaten Belu, Wendelinus Inta dalam sambutannya menyampaikan bahwa
CIS Timor mempunyai visi dan misi yang bertujuan untuk menjadi inspirasi bagi orang lain untuk suatu perubahan. Sehingga
CIS Timor memiliki 5 fokus isu untuk perubahan NTT yaitu NTT sejahtera, NTT Sehat, NTT Damai, NTT tahan bencana dan NTT Mandiri.
Sesuai fokus-fokus tersebut, kegiatan yang dilaksanakan atas kerja sama dengan American Friends Service Commite (AFSC) ini berbicara tentang NTT damai. “Kita akan buat damai di Belu sebagai daerah perbatasan
untuk Indonesia”, imbuh Inta.

Dijelaskan bahwa untuk terwujudnya topik tersebut sangat dibutuhkan peran dari berbagai pihak untuk meminimalisir hal mengenai berita hoax serta hate speech bagi kaum Milenial guna menangkal tumbuhnya paham radikalisme. Untuk saat ini Kabupaten Belu belum ada indikasi pada tahap yang mengkhawatirkan.
Sehingga upaya melalui diskusi terbuka tersebut, CIS Timor menyiapkan payung sebelum hujan.
“Berita bohong harus ditekan dan kita sangat berharap peran media untuk menepis berita – berita bohong”, kata Wendelinus.

Koordinator CIS Timor Kabupaten Belu ini juga mengatakan akhir-akhir ini banyak sekali aliran paham radikalisme yang bergerak beriringan dengan perkembangan media yang begitu cepat pula.
Dengan keadaan tersebut, pihaknya sangat berharap agar kaum muda dapat melaksanakan aksi melawan berita hoax dan hate speech yang dapat menciptakan diskriminasi.
“Harapan dari kegiatan ini, kaum muda yang menjadi masa depan bangsa ini terutama Rai Belu memiliki pemahaman tentang bagaimana strategi atau pencegahan menghadapi aliran radikalisme”, ungkapnya.

Disamping itu, Mariano Parada sebagai salah satu narasumber dari Media dalam diskusi tersebut menyampaikan bahwa peran pemuda sebagai generasi masa depan bangsa harus menjadi pelopor pembangunan NKRI dari tapal batas dan mengisi kemerdekaan dengan menepis berita hoax ataupun hate speech.
“Saat ini banyak berita Hoax yang beredar dalam masyarakat dan ini merupakan keresahan kita bersama. Saat ini juga berita hoax sudah menjadi tren dan masuk dalam sendi kehidupan kita”, jelas Parada.
Melihat hal tersebut, perwakilan media Pena Perbatasan RI-RDTL tersebut meminta untuk para pengguna media sosial harus memerangi pemberitaan hoax dan hate speech. Kedua hal tersebut dibuat oleh oknum yang tidak bertanggung jawab dalam menyebarkan informasi kepalsuan yang dapat mengancam Eksitensi Negara Kesatuan Republik Indonesia.
“Hoax juga harus dilawan dengan informasi yang benar. Ini bukan hanya berlaku pada wartawan namun ini merupakan tanggung jawab kita bersama dalam memberantas hal itu”, tutur Parada. (Ronny)

 

Popular Articles