Thursday, January 8, 2026

Top 5 This Week

Related Posts

Cegah Penyalahgunaan Narkoba, Aparat Polresta Denpasar Jalani Tes Urine

Denpasar,Theeast.co.id – Sebanyak 1100 orang personil Polresta Denpasar menjalani tes urine yang dilakukan oleh BNN Kabupaten Badung pada Jumat (31/8) pagi. Tak terkecuali Kapolresta Denpasar Kombes Pol Hadi Purnomo yang mengawali penyerahan urin miliknya untuk dilakukan test dengan Rapid Test. Hal ini disebutnya sebagai upaya dari antisipasi narkoba dan premanisme.‬ Menurut Hadi Purnomo, test ini sebagai upaya menertibkan personelnya terlebih dahulu dari kejahatan narkotika sebelum menertibkan masyarakat umum. Sehingga pihaknya menggandeng BNN Kabupaten Badung untuk melakukan kegiatan tersebut. “Apabila ada indikasi dalam hal ini, saya sebagai pimpinan Polresta Denpasar maka tidak segan – segan akan memberikan sanksi kepada yang bersangkutan. Nanti Polsek juga akan kami datangi, yang belum hadir kami akan panggil,” terangnya di Denpasar, Sabtu (1/9). Sanksi yang diberikan nantinya berupa sanksi disiplin. Pun, jika anggota nantinya diketahui terlibat peredaran narkotika ini, maka akan dipecat.

Kepala BNN Kabupaten Badung AKBP Ni Ketut Masmini menjelaskan, hasil dari kegiatan tes urine untuk seluruh anggota Polresta sejauh ini nihil temuan. “Dari seluruh sample urin yang ditest, tidak ditemukan indikasi penyalahgunaan narkoba,” jelasnya.‬

Masmini pun menekankan bahwa kegiatan ini mengajak Polresta Denpasar dan jajarannya untuk berkomitmen memberantas narkoba yang diawali dari lingkungan internal terlebih dahulu. Rapid Test sebanyak 1100-an buah akhirnya ludes hanya dalam beberapa jam saja. “Nantinya akan dikembalikan ke Polresta sendiri. Karena kami pun tidak bisa menangkap anggota Polri,” jelasnya.‬

Pihaknya mengungkapkan bahwa akan melakukan assesment terhadap personel yang menunjukkan hasil positif nantinya. Untuk mengetahui jenis narkoba yang dikonsumsi dan tingkat ketergantungannya.‬ “Seluruh lapisan masyarakat harus ikut berperan. Pertama pagari bahaya narkoba, sehingga nemikili daya cegah dan daya tangkal untuk tidak ikut terlibat sebagai penyalah guna maupun pengedar,” tuturnya.‬

Sementara di jajaran Polres Badung beberapa waktu lalu sebelumnya dua orang dinyatakan positif Benzodiasepham. “Mereka minum obat dokter. Resepnya sudah diperlihatkan. Biasanya untuk sakit jantung dan asma,” jelasnya.‬

Dari instansi Polri sendiri pada tahun 2017 lalu sebanyak 5 orang telah menjalani rehabilitasi, dua orang dari Polresta Denpasar dan 3 orang dari Polres Badung.‬ Rapid test ini disebutnya menggunakan 6 parameter diantaranya ampethamine, metamphetamine, benzodiasepham, kokain, THC marijuana dan morfin. Sementara juga jenis efek zat diantaranya stimulan, depresan dan halusinasi. Jika hasilnya positif justru tidak muncul garis.(Axele Dhae)

Popular Articles