Buleleng,Theeast.co.id, – Dinas Perumahan Permukiman Pertanahan (Disperkimta) Kabupaten Buleleng mengalokasikan anggaran senilai Rp 1,3 miliar untuk pembangunan Ruang Terbuka Hijau (RTH) di Kabupaten Buleleng. Saat ini giliran halaman rumah dinas bupati di Jalan Ngurah Rai Singaraja sebagian akan disulap menjadi RTH terbaru. Selain untuk dimanfaatkan warga Kota Singaraja, RTH di kawasan rumah dinas bupati ini mendukung pengembangan kawasan Sukarno Heritage.
Pembangunan RTH di rumah dinas bupati ini sudah tahap pekerjaan awal.
Sebelumnya, Dinas Perkimta Buleleng telah mengumumkan lelang pembangunan RTH ini dengan menetapkan pemenang lelang rekanan lokal Buleleng CV. Prassetya.
Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Perkimta Buleleng Ni Komang Surattini mengatakan, berdasasrkan perencanaan RTH di rumah dinas bupati ini dibangun dengan menyulap areal kosong di sebelah selatan jalan masuk menuju rumah dinas bupati saat ini. Pintu masuk ke rumah dinas ini akan dibuat lurus ke timur sampai di lobi rumah dinas. Untuk membatasi antara jalan masuk ke rumah dinas dengan areal RTH, Perkimta akan membangun pagar permanen. Terkait vegetasi tanaman yang ada saat ini, Surattini menyebut semua tanaman utamanya pohon perindang dan sangkar burung di atas lahan itu akan tetap dipertahankan. Ini karena untuk menambah kesan hijau dari areal RTH ketiga di Kota SIngaraja setelah RTH Taman Yoana Asri, Banyuasri, dan Taman Kebangsaan di Kelurahan Kampung Tinggi, Singaraja. “Jadi RTH di rumah dinas itu sudah ada pemenang dan rekanan sudah memulai melakukan tahap awal pekerjaan. Penataan ini dengan membuat jalan masuk lurus dari utara ke timur. Lalu tanah di selatan jalan masuk saat ini kita akan jadikan RTH dan kalau keseluruhan itu luasnya kurang lebih 1 hektar,” katanya.
Suratini menambahkan untuk pengerjaan tahap awal rekanan akan membuat pertamanan dilengkapi dengan jogging track, dan areal permainan untuk anak-anak. Selain itu, juga akan dibuat boulevard untuk membatasi antara pertamanan dengan lintasan jogging track dan juga areal permainan anak-anak.
Setelah pengerjaan tahap awal ini, tahun berikutnya pembangunan RTH ini akan kembali dilanjtukan untuk melengkapi areal pasrkir bus dan kendaraan kecil. Areal parkir ini akan dibangun dengan menyulap gedung Wanita Laksmi Graha tepat di sebelah barat Tugu Singa Ambararaja. “Pengerjaan lanjutannya nanti adalah penyiapan areal parkir bus dan kendaraan kecil lain. Kantong parkir ini selain menampung bus pariwisata yang datang dari Bueleng barat akan menuju selatan (Denpasar) lewat jalur Singaraja – Bedugul atau dari arah sebaliknya. Dari areal parkir ini, pengunjung akan bisa berjalan santai sambil mengabadikan lambang Buleleng di Patung Tugu Singa Ambararaja kemudian berwisata ke Gedong Kirtya, Museum Buleleng, mengunjungi kediaman orang tua Bung Karno di Lingkungan Bale Agung, Kelurahan Paket Agung, Singaraja. “Konsep besarnya bagaimana RTH di rumah dinas bupati ini mendukung pengembangan Sukarno Heritage yang sedang ditata bertahap. Kalau dari selatan pengunjung menikmati RTH Bung Karon kemudian ke utara kawasan usaha kerajinan perak, dan tenun di Kelurahan Beratan da sekitarnya. Kemudian dari RTH rumah dinas akan menawarkan wisata Sukarno Heritage utamanya di Bale Agung dan sekitarnya,” jelasnya.
Sementara itu Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana (PAS) didampingi Kepala Bagian Humas dan Protokol Sekkab Buleleng Ketut Suwarmawan mengatakan, pembangunan RTH untuk menambah fasilitas publik di Bali Utara yang indah, asri dan nyaman bagi warga Kota Singaraja. Selain itu, dengan semakin banyak lahan yang dimanfaatkan RTH, Bupati yakin kalau penampilan Kota Singaraja semakin tertata dan fasilitas umum ini menunjang pengembangan City Tour dan tempat menggelar kegiatan positif lainnya. “Halaman rumah dinas itu terlalu luas dan sekarang Perkimta saya tugaskan menata itu untuk menajdi RTH baru dalam rangka kita menambah banyak ruang publik untuk tempat melaksanakan kegiatan positif bagi warga kota,” jelasnya.(Nay)


